Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi - FloresPos Net

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Masa tanggap darurat bencana gempa bumi Flores di Kabupaten Ende dua hari lagi akan berakhir atau ditutup pada tanggal 12 September 2026.

Sementara ratusan warga di  Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro masih bertahan di pos pengungsi komunal di desa tersebut.

Kepala Desa Kebirangga, Yoakim Sumbi kepada Florespos.net, via telpon, Kamis (10/9/2026) siang mengatakan saat ini warga yang masih mengungsi atau berada di pos pengungsi komunal sebanyak 158 KK dan diperkirakan sekitar 400 lebih jiwa.

Baca Juga :  Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak

Kades Yoakim mengatakan hingga saat ini warganya belum kembali ke rumah dan memilih bertahan karena masih takut dan trauma karena gempa susulan yang masih terjadi.

“Alasan masih bertahan karena masih trauma masih ada gempa susulan dan Nioniba berada di pinggir pantai,” katanya.

Baca Juga :  Pilkada Ende, Djafar Bilang Sani Sosok Wabup yang Sudah Disiapkan

Yoakim menegaskan isu dan asumsi bahwa warganya masih bertahan karena menunggu bantuan sembako itu tidak benar. Menurutnya anggapan itu sangat keliru dan melecehkan warga Nioniba ditengah situasi bencana.

“Mereka mau  masuk rumah saja takut. Mereka bertahan bukan  karena bantuan. Itu sangat keliru. Ini soal trauma dan kenyamanan. Banyak rumah yang rusak maka warga masih takut,” katanya.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA