Ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah melalui posko tanggap darurat dan camat Maukaro telah meminta dirinya menyampaikan kepada warga agar kembali ke rumah namun dirinya tidak berani karena warga masih trauma.
“Sudah beberapa kali ada imbauan di grup posko dan penyampaian dari camat agar saya mengimbau warga untuk pulang. Bagi saya pribadi saya tidak berani imbau mereka pulang karena masih terjadi gempa susulan dan mereka merasa belum nyaman pulang ke rumah,” kata Yoakim.
Yoakim mengatakan, saat ini warga masih trauma dengan peristiwa gempa Flores 1992 dan terjadi lagi pada 15 Agustus 2026.
“Kedepannya mereka pasti pulang ke rumah setelah rasa takutnya hilang. Saya secara pribadi tidak berani meminta warga untuk pulang ke rumah,” katanya.
Terkait data kerusakan rumah warga yang disampaikan oleh Kalak BPBD Ende, Marselus E. Meta bahwa di Nioniba hanya lima yang rusak berat, kata Yoakim katakan di desanya banyak rumah yang rusak.
“Di sini banyak rumah yang hancur maka warga belum berani masuk rumah,” katanya.
Selain di Nioniba hingga 10 September 2026 sebagian warga masih bertahan di tenda – tenda yang dibangun di secara mandiri.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










