RUTENG, FLORESPOS.net-SDK Reo 3 menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para orang tua/wali murid menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Gempa yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan dirasakan hingga ke wilayah Manggarai, sehingga menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak saat berada di lingkungan sekolah.
Rapat ini menjadi ruang bagi pihak sekolah dan orang tua murid untuk berdiskusi secara terbuka mengenai kelanjutan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah situasi pascagempa, termasuk gempa-gempa susulan yang masih terus terjadi di wilayah Flores.
Dalam sambutan awal Robertus Masdun, S.Pd selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SDK Reo 3 menyampaikan bahwa meski saat ini masih dalam situasi dan kondisi yang belum kondusif, sekolah akan terus berusaha dan bekerja keras untuk menyiapkan segalah sesuatu yang berkaitan dengan kenyamanan peserta didik, hal ini dibuktikan dengan sekolah sudah mengadakan tenda tanggap darurat hasil kolaborasi dengan pihak kemendikdasmen, TNI, POLRI, dan PMI serta pihak lainnya.
Lebih lanjut Robertus Masdun, S.Pd menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung dalam situasi yang belum kondusif ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, melainkan kolaborasi dengan senam, ice breaking.
Hal ini bertujuan untuk sedikit menghilangkan trauma siswa, sehingga mereka tidak terlalu diselimuti oleh rasa takut, khawatir pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Pihak sekolah juga berkomitmen untuk tetap menjaga dan memperhatikan setiap siswa dan telah menetapkan zona aman ketika gempa susulan, sehingga siswa tetap dalam keadaan aman.
Penulis : Avendius Susanto Bela (Kontributor)
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










