Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat - FloresPos Net

Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 10:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-SDK Reo 3 menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para orang tua/wali murid menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.

Gempa yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan dirasakan hingga ke wilayah Manggarai, sehingga menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak saat berada di lingkungan sekolah.

Rapat ini menjadi ruang bagi pihak sekolah dan orang tua murid untuk berdiskusi secara terbuka mengenai kelanjutan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah situasi pascagempa, termasuk gempa-gempa susulan yang masih terus terjadi di wilayah Flores.

Baca Juga :  Siswa Tenggelam di NTT Belum Ditemukan, Warga Pasang 4 Jaring Ikan di Jembatan Gongger Wae Pesi

Dalam sambutan awal Robertus Masdun, S.Pd selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SDK Reo 3 menyampaikan bahwa meski saat ini masih dalam situasi dan kondisi yang belum kondusif, sekolah akan terus berusaha dan bekerja keras untuk menyiapkan segalah sesuatu yang berkaitan dengan kenyamanan peserta didik, hal ini dibuktikan dengan sekolah sudah mengadakan tenda tanggap darurat hasil kolaborasi dengan pihak kemendikdasmen, TNI, POLRI, dan PMI serta pihak lainnya.

Baca Juga :  Tutup Tahun Pelajaran di Manggarai, SMPN 4 Langke Rembong Lombakan Ketrampilan Baris Berbaris

Lebih lanjut Robertus Masdun, S.Pd menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung dalam situasi yang belum kondusif ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, melainkan kolaborasi dengan senam, ice breaking.

Hal ini bertujuan untuk sedikit menghilangkan trauma siswa, sehingga mereka tidak terlalu diselimuti oleh rasa takut, khawatir pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Pihak sekolah juga berkomitmen untuk tetap menjaga dan memperhatikan setiap siswa dan telah menetapkan zona aman ketika gempa susulan, sehingga siswa tetap dalam keadaan aman.

Penulis : Avendius Susanto Bela (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa
Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores
Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:59 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi

Sabtu, 5 September 2026 - 11:40 WITA

Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende

Berita Terbaru