Oleh: Ansel Atasoge
EMPAT puluh tahun merupakan rentang waktu yang panjang bagi sebuah perjalanan kemanusiaan. Itu terjelma dalam Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida) yang telah berdiri tegak melewati berbagai dinamika zaman.
Lembaga ini tidak hanya menjadi tempat berteduh, melainkan juga rumah bagi pemulihan martabat manusia. Setiap detik yang berlalu menyimpan kisah ketabahan para pendiri dan penghuni panti.
Perayaan pancawindu ini disambut dengan getaran sukacita yang tulus di Panti Santa Dymphna, Maumere, Flores. Komunitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sini membuktikan bahwa keterbatasan fisik atau mental tidak membatasi hak untuk berbahagia.
Mereka mempersiapkan diri dengan penuh harap, sebab momen ini adalah pengakuan atas keberadaan mereka. Kehadiran mereka menjadi lukisan nyata bagi kita semua tentang arti penerimaan tanpa syarat.
Panitia perayaan memulai rangkaian acara dengan apel pembukaan yang khidmat di halaman panti. Upacara sederhana ini mengandung makna filosofis yang sangat kuat tentang kedisiplinan dan penghormatan terhadap waktu.
Pengurus serta staf berbaris rapi, lalu mereka mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan batu pertama yayasan ini. Detik-detik tersebut mengingatkan kita bahwa pelayanan sejati lahir dari ketulusan hati yang tak pernah pudar.
Para pasien ODGJ mengikuti setiap instruksi dengan semangat yang memancarkan cahaya harapan. Keteraturan yang mereka tunjukkan membantah stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat luas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










