Suasana kekeluargaan terasa sangat kental, sehingga sekat antara pasien dan perawat seolah lebur menjadi satu kesatuan utuh. Momen ini mengajarkan kita bahwa ‘kasih sayang’ adalah bahasa universal yang mampu menyembuhkan luka batin.
Berbagai perlombaan antar pasien ODGJ turut menyemarakkan peringatan pancawindu dengan nuansa kegembiraan. Panitia merancang pertandingan khusus yang mengasah ketangkasan fisik sekaligus mempererat kerja sama tim.
Persaingan yang sehat di arena lomba melahirkan tawa lepas, dan tawa tersebut menjadi obat alami bagi jiwa yang pernah terluka. Melalui aktivitas ini, para peserta menemukan kembali potensi tersembunyi yang selama ini terpendam.
Kegiatan fisik dan rekreasi ini memberikan dampak transformatif bagi proses rehabilitasi harian mereka. Di setiap kesuksesan menyelesaikan setiap tantangan, lahir kepercayaan diri para pasien.
Tak lupa pula dukungan moral dari semua pihak menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah maju. Masa depan pelayanan ini harus bertumpu pada pemberdayaan, agar setiap individu mampu mandiri dan berkontribusi bagi lingkungannya.
Perayaan empat puluh tahun Yasbida membuktikan komitmen berkelanjutan dalam mendampingi para penyandang gangguan jiwa. Dedikasi para pengurus dan relawan tetap menjadi pilar kokoh yang menopang pelayanan kemanusiaan ini.
Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, karena meyakini bahwa setiap nyawa memiliki nilai yang tak terhingga di mata Tuhan. Warisan kasih ini harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh arus modernitas yang cenderung individualistis.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










