ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto - FloresPos Net

ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-DPRD Kabupaten Nagekeo meminta pemerintah daerah bersama tim survei melakukan pendataan kerusakan rumah warga akibat gempa secara cermat, akurat, dan transparan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Nagekeo dari Partai Perindo, Elias Cima, pada Rabu (26/8/2026).

Elias menegaskan, pendataan harus benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan, baik rumah dengan kategori rusak berat, sedang, maupun ringan.

“Proses pendataan tidak boleh hanya sebatas mengambil foto rumah kemudian memasukkan data ke dalam aplikasi. Petugas juga perlu memastikan hasil dokumentasi dan deskripsi kerusakan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Elias.

Ia mengaku menemukan ketidaksesuaian di lapangan. Rumah yang secara fisik rusak berat justru tercatat sebagai rusak sedang atau ringan dalam sistem.

“Saya lihat di lapangan, ada rumah yang memang rusak berat, tetapi secara sistem hanya rusak sedang dan rusak ringan. Sementara kalau dilihat kondisi rumahnya, memang rusak berat. Ini bisa berdampak pada bantuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Hery Nabit Ingatkan Perubahan Iklim Sudah Terjadi Sekarang Ini

Menurut Elias, ketepatan klasifikasi sangat penting karena menjadi dasar penentuan jenis dan jumlah bantuan yang diterima warga terdampak.

Karena itu ia meminta pemerintah, termasuk tim survei dari BNPB, melakukan pemeriksaan menyeluruh dan objektif terhadap setiap rumah warga.

“Pemerintah harus benar-benar mengklasifikasikan kondisi di lapangan untuk rumah warga yang rusak akibat gempa. Tim survei BNPB harus melihat kondisi sebenarnya. Kehadiran aplikasi harus mampu menjawab persoalan masyarakat,” tegasnya.

Selain akurasi data, Elias juga meminta hasil survei disampaikan langsung kepada pemilik rumah.

“Tim survei juga harus langsung mempresentasikan sekaligus menjelaskan hasil survei kepada pemilik rumah. Dengan begitu, hasil survei dan bantuan nanti sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Polres Nagekeo Sterilisasi Lokasi

Keterbukaan sejak awal, lanjut Elias, penting agar tidak terjadi perbedaan persepsi saat bantuan disalurkan.

“Jadi pemilik rumah ketika mendapatkan bantuan nanti tidak lagi ribut karena sebelumnya sudah dijelaskan hasil surveinya,” jelasnya.

Elias juga mendorong Pemkab Nagekeo mempresentasikan hasil pendataan secara kelembagaan kepada DPRD agar fungsi pengawasan dan pengawalan dapat berjalan.

“Saya berharap secara lembaga Pemerintah Kabupaten Nagekeo bisa mempresentasikan hasil survei. Sehingga kita bisa melakukan pengawalan bersama dan hasil surveinya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan, pendataan harus menjadi dasar objektif penanganan pascabencana.

“Kalau indikator bantuan berdasarkan survei lapangan melalui aplikasi, maka kasihan masyarakat kalau kondisi rumahnya rusak berat tetapi tercatat hanya rusak sedang atau ringan,” pungkasnya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA