Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka - FloresPos Net

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hendrikus Maku, SVD

SALAH satu mutiara terpenting dari syiar Maulid Nabi adalah kesadaran bahwa kemanusiaan harus selalu didahulukan di atas perbedaan identitas.

Flores pascagempa memperlihatkan bahwa duka bersifat universal, dan karena itu respons keagamaan yang autentik adalah menghadirkan rahmah, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat martabat manusia yang terluka.

Dalam perspektif ini, agama tidak sekadar menjadi simbol identitas, melainkan energi moral untuk membangun kembali harapan bersama.

Kasih Sayang yang Melampaui Sekat Identitas

Salah satu pesan terdalam dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bahwa kasih sayang tidak boleh dibatasi oleh sekat agama, suku, maupun status sosial.

Baca Juga :  Pentingnya Pelatihan Bagi Kader Kesehatan Dalam Penanganan Korban Henti Jantung

Nabi mengajarkan kepedulian kepada siapa pun yang membutuhkan, karena dalam pandangan Islam al-khalqu ‘iyālullāh (seluruh makhluk adalah keluarga Allah), dan manusia yang paling dicintai-Nya adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Karena itu, hakikat Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, melainkan menghidupkan kembali semangat rahmah yang memuliakan martabat setiap manusia.

Realitas kasih sayang yang melampaui sekat identitas itu tampak nyata dalam berbagai gerakan kemanusiaan yang tumbuh pascagempa Flores.

Pengalaman penulis bersama tim Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) SVD Ende dalam misi kemanusiaan di Pulau Palue pada 22-24 Agustus 2026 menghadirkan salah satu potret yang sangat inspiratif.

Baca Juga :  Menggandeng Ensiklik Laudato Si Dalam Upaya Menciptakan Masyarakat Bebas Korupsi

Di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana, hadir sosok Mas Lalu, seorang Muslim kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang sejak hari-hari awal gempa memilih untuk tetap tinggal dan mengabdikan dirinya bagi warga terdampak.

Ia tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kedekatan sosial dengan masyarakat, mendengarkan kisah-kisah kehilangan mereka, serta terlibat langsung dalam proses pemulihan komunitas.

Berita Terkait

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru

Wiudawan STIE Karya Ruteng.

Nusa Bunga

STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian  Nilai Kemanusiaan

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:12 WITA

Nusa Bunga

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:08 WITA