Stok Bantuan Menipis Warga Terdampak Gempa Flores di Palue Minta Perhatian Pemerintah - FloresPos Net

Stok Bantuan Menipis Warga Terdampak Gempa Flores di Palue Minta Perhatian Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Gempa tektonik berkekuatan 7 7 Magnitudo mengguncang Pulai Flores Sabtu (15/8/2026) pukul 05.48 Wita mengakibatkan 91 korban meninggal dunia.

Dampak gempa membuat rumah dan bangunan rusak berat bahkan rata dengan tanah dan mengakibatkan warga dib7 kabupaten di Pulau Flores harus mengungsi bahkan tidur di halaman beratapkan terpal.

Pulau Palue merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sikka yang berada di tengah laut dan letaknya berdekatan dengan pusat gempa sehingga mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan parah dan rubuh.

“Kami pengungsi terdampak gempa di Dusun Natawatu, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue sangat membutuhkan bantuan pemerintah,” sebut
Aldy Mula koordinator pengungsi Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Meletus Lagi, Bupati Sikka Keluarkan Himbauan

Aldy menyebutkan, para pengungsi mandiri yang berada di desanya baru menerima bantuan dari pemerintah sebanyak satu kali pada haru Rabu, 19 Agustus 2026.

“Saat ini stok bantuan tersebut sudah mulai menipis atau habis, sementara kami belum menerima penyaluran bantuan lanjutan dari pemerintah,” ujarnya.

​Aldy menyebutkan, kondisi dan kebutuhan terkini pengungsian di RT014 RW003 Dusun Natawatu, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue sebanyak 62 orang yang terdiri dari 25 orang dewasa, 27 anak dan balita serta 10 orang lainnya lansia.

Baca Juga :  Pidato HUT Kemerdekaan RI ke-80, Bupati Sikka Singgung Efisiensi Anggaran

“Bentuan sebelumnya yang disalurkan pemerintah sudah didistribusikan berupa beras 1kg/KK, Kopi 6 kg, gula 6 kg, teh 6 pcs, susu 6 bks minyak goreng 3 liter dan telur 3 butir/KK serta air minum 3 dus. Bantuan disalurkan pada tanggal 19 Agustus 2026 lalu,” ungkapnya.

​Aldy menambahkan, kebutuhan lanjutan dan mendesak berupa makanan tambahan, air bersih, obat-obatan serta sabun dan pasta gigi.

​Ia sebutkan, warga sangat berharap agar pemerintah dan segenap pihak dapat membantu dengan menyalurkan bantuan kepada warga di Pulau Palue. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat
Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya
Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:40 WITA