Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat - FloresPos Net

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Terang salah satu areal persawahan terluas kedua di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah daerah irigasi Lembor. Luas persawahan Terang sekitar 2000 hektare (ha), status tadah hujan (tadahan), andalkan hujan.

Mengisi musim kering/kemarau, persawahan Terang baiknya kembangkan/budidaya hortikultura karena tidak rakus air, tak banyak butuh air, disamping berumur pendek. Kol, picai dan aneka sayur lainnya, tak terkecuali cabe dan lain-lain, juga beragam tanaman buah semusim seperti semangka, melon dan lainnya adalah kelompok hortikultura.

Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar, mengungkapkan keinginannya jika Terang kelak menjadi salah satu sentra produksi hortikultura di Mabar. Gonsa yang mantan Kepala Badan Riset Daerah (Brida) Mabar sampaikan itu kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.

Baca Juga :  Panitia Akhirnya Turunkan Harga Tiket Ekonomi Setelah Laga Semi Final ETMC Ende

Menurut Gonsa, persawahan Terang merupakan terluas kedua di Mabar setelah daerah irigasi Lembor. Tetapi Terang tidak ada irigasi karena kesulitan sumber air. Dalam setahun hujan sekitar 4 bulan. Selebihnya, sekitar 8 bulan, adalah kemarau/kering.

Persawahan seluas kurang lebih 2000 ha itu hanya mengandalkan air hujan. Dalam setahun persawahan Terang hanya sekali tanam/panen, dalam rentang waktu sekitar 4 bulan musim hujan. Namun ada spot-spot tertentu yang bisa ditanam/panen lebih dari sekali dalam setahun, memanfaatkan air sisahan di kolam-kolam alam sepanjang kali mati di bibir-bibir sawah menggunakan pompa, pompanisasi.

Baca Juga :  Perda Kawasan Tanpa Rokok di Manggarai Barat Belum Efektif

Dalam rentang waktu 8 bulan kosongkosong karena kering/kemarau, sebaiknya lahan-lahan tidur itu dimanfaatkan untuk pengembangan/budidaya tanaman hortikultura.

Ditanaman aneka sayur seper kol, picai dan lainnya, termasuk cabe. Juga tanaman buah-buahan semusim, seperti semangka, melon, aneka kacang dan lain-lain. Hortikultura hemat air, mudah disiasati.

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya
Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:40 WITA