LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Terang salah satu areal persawahan terluas kedua di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah daerah irigasi Lembor. Luas persawahan Terang sekitar 2000 hektare (ha), status tadah hujan (tadahan), andalkan hujan.
Mengisi musim kering/kemarau, persawahan Terang baiknya kembangkan/budidaya hortikultura karena tidak rakus air, tak banyak butuh air, disamping berumur pendek. Kol, picai dan aneka sayur lainnya, tak terkecuali cabe dan lain-lain, juga beragam tanaman buah semusim seperti semangka, melon dan lainnya adalah kelompok hortikultura.
Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar, mengungkapkan keinginannya jika Terang kelak menjadi salah satu sentra produksi hortikultura di Mabar. Gonsa yang mantan Kepala Badan Riset Daerah (Brida) Mabar sampaikan itu kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.
Menurut Gonsa, persawahan Terang merupakan terluas kedua di Mabar setelah daerah irigasi Lembor. Tetapi Terang tidak ada irigasi karena kesulitan sumber air. Dalam setahun hujan sekitar 4 bulan. Selebihnya, sekitar 8 bulan, adalah kemarau/kering.
Persawahan seluas kurang lebih 2000 ha itu hanya mengandalkan air hujan. Dalam setahun persawahan Terang hanya sekali tanam/panen, dalam rentang waktu sekitar 4 bulan musim hujan. Namun ada spot-spot tertentu yang bisa ditanam/panen lebih dari sekali dalam setahun, memanfaatkan air sisahan di kolam-kolam alam sepanjang kali mati di bibir-bibir sawah menggunakan pompa, pompanisasi.
Dalam rentang waktu 8 bulan kosongkosong karena kering/kemarau, sebaiknya lahan-lahan tidur itu dimanfaatkan untuk pengembangan/budidaya tanaman hortikultura.
Ditanaman aneka sayur seper kol, picai dan lainnya, termasuk cabe. Juga tanaman buah-buahan semusim, seperti semangka, melon, aneka kacang dan lain-lain. Hortikultura hemat air, mudah disiasati.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










