“Terang ini kalau kita dorong terus untuk sawah, ditanami padi, paling hanya sekitar empat bulan, karena kesulitan air, sawah tadahan. Berarti 8 bulannya hamparan sawah itu menganggur, walau tak semuanya,” ujar Gonsa.
Atas kondisi itu, ungkap Gonsa, terpikirkan supaya Terang didorong menjadi salah satu sentra hortikultura di Mabar. Delapan bulan kering, spot-spot yang tidak “berguna/lahan tidur” baiknya disulap jadi lahan produksi. Area-area yang tidak menghasilkan apa-apa sementara ditanami kacang, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya.
“Kita dorong menjadi sentra hortikultura. Coba kesana, saya melihat kalau kita bisa, kenapa tidak? Itu langkah, walau tidak semuanya. Kita menginginkan begitu,” ujar Gonsa.
Beberapa waktu lalu, kata Gonsa, dia sudah meminta teman-teman DTPHP mendeteksi, memetakan semua potensi yang bisa dikembangkan tanaman hortikultura di kawasan Terang, baik di area persawahan maupun di luar itu, hamparan yang belum fungsional, itu tidak masalah.
“Karena begini, saya lihat pengembangan hortikultura tak berjalan. Kalau pengembangan padi, sarana-perasarananya kita pemerintah semua siapkan. Mulai dari irigasinya kita siapkan, cetak lahan kita siapkan, benih serta lain-lain kita siapkan. Mestinya untuk hortikultura juga harus seperti itu, pememerintah siapkan. Apalagi tanaman hortikultura tidak butuh banyak air,” sambungnya.
Terkait hortikultura, yang perlu diperhatikan antara lain kuantitas dan kontinuitasnya harus terjaga. Demikian pula pasarnya. Maka harus dikembangkan besar-besaran, off-taker juga begitu, bapak angkat juga begitu, pemerintah perlu pikirkan itu juga, kata Gonsa yang eks Kepala Dispenda Mabar tersebut.
Jadi konsep Terang untuk sentra hortikultura Mabar masa mendatang harus dipikirkan sejak dini. DTPHP harus memiliki data pasti. Identifikasi awal terhadap luas lahan, pengecekan lahan dan pontensi lahan dan sebagainya sangat penting sebelum lakukan kegiatan, termasuk terkait masalah.
“Dan yang tak kalah penting yakni merubah mindset (polah pikir) petani tentang untung rugi usaha hortikultura,” kata Gonsa. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










