MAUMERE, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kembali meletus Senin (7/7/2025) pukul 19.32 Wita dimana sebelumnya pagi hari pukul 11:05 Wita meletus dengan tinggi kolom abu teramati ± 18000 m di atas puncak (± 19584 m di atas permukaan laut).
Letusan malam hari dengan tinggi kolom letusan teramati ± 13000 m di atas puncak (± 14584 m di atas permukaan laut) dan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
“Sehubungan dengan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang disertai semburan abu vulkanik maka pemerintah Kabupaten Sikka mengeluarkan himbauan,” sebut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago seperti disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sikka,Very Awales, Senin (7/7/2025).
Very mengatakan, dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki telah mengakibatkan sejumlah wilayah Kabupaten Sikka terdampak maka untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat disampaikan beberapa hal.
Dia mengatakan, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
Masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri seperti masker, kacamata pelindung dan penutup kepala, hidung dan mulut saat berada di luar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
“Tutup rapat sumber air bersih seperti sumur dan penampungan air untuk mencegah pencemaran abu vulkanik. Segera bersihkan tubuh, pakaian, dan peralatan setelah beraktivitas di luar ruangan,” himbaunya.
Very menambahkan, masyarakat juga diminta untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita gangguan pernapasan dengan membatasi paparan udara luar.
Ia menghimbau masyarakat agar menjaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela serta menggunakan penyaring udara bila tersedia.
Masyarakat juga diminta agar tenang dan mengikuti arahan Pemerintah serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya dan ikuti informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Sikka, BPBD dan instansi terkait lainnya.
“Jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Pastikan setiap informasi yang dibagikan berasal dari sumber resmi dan terpercaya,” sarannya.
Pasca erupsi Gunung Lewotobi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan dihimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Kilometer dan sektoral barat daya – timur laut 7 Kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Masyarakat diminta agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” sebutnya.
PVMBG juga meminta masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










