Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere - FloresPos Net

Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 8 siswa dan siswi dari 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yakni SMKN1 Waeri’i Ruteng Kabupaten Manggarai dan SMKN1 Borong Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan praktek di Maumere.

Para siswa dan siswi tersebut melaksanakan praktek kerja di kebun semangka teknologi irigasi tetes milik petani milenial Yance Maring di Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

“Kami sudah tiga bulan praktek di kebun hortikultura khususnya menanam semangka,” sebut Indra salah sati siswa SMKN1 Borong saat ditemui sedang memanen semangka, Sabtu (1/8/2026).

Indra mengatakan, sebanyak 4 siswa dari sekolahnya akan melaksanakan praktek kerja lapangan selama 5 bulan dimana mereka merupakan Angkatan kedua yang melaksanakan praktek di kebun milik Yance Maring.

Ia mengakui, selama melaksanakan praktek mereka belajar mengenai bagaimana mengolah lahan, pembibitan, penanaman, perawatan hingga pemanenan dan pemasaran semangka.

“Kami semua dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dan semuanya laki-laki. Kami praktek disini selama lima bulan dan praktek langsung di kebun semangka,” ungkapnya.

Indra mengaku banyak mendapatkan ilmu mengenai budidaya semangka apalagi lahan di Maumere merupakan lahan kering dan berada di dataran rendah sehingga mereka mendapatkan banyak ilmu berbeda.

Baca Juga :  KPU Manggarai Akui Cukup Kesulitan Merekrut Petugas Pemilu di Tingkat TPS

Ia menyebutkan, selama melaksanakan praktek kerja para siswa menetap di rumah Yance Maring dan juga di rumah yang ada di kebun hortikultura di belakang kantor Bupati Sikka.

“Kami senang praktek disini sebab banyak mendapatkan ilmu budidaya semangka di dataran rendah dengan tanah berpasir dan menggunakan sistem irigasi tetes teknologi Israel,” ungkapnya.

Indra mengatakan setelah tamat sekolah dirinya ingin melanjutkan kuliah di jurusan agribisnis di fakultas pertanian dan ingin terjun menjadi petani modern.

Dirinya menyebutkan mendapatkan ilmu komplit mengenai budidaya semangka berbeda dengan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah apalagi mereka jarang menanam semangka.

“Kalau disini kami belajar komplit dari pembibitan sampai pemasaran.Apalagi kami disini juga ada dua sekolah yang sedang praktek sehingga kami bisa saling membantu dan bekerjasama,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Yuliana Suci Setia siswi SMKN1 Waeri’i Ruteng yang sudah 2 bulan bersama satu teman perempuan dan dua laki-laki melaksanakan praktek kerja di kebun irigasi tetes.

Baca Juga :  Usai Lapor Polres Nagekeo, Ayah Korban Margareta Papu Beri Keterangan pada Penyidik

Yuliana mengakui mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui lebih banyak mengenai budidaya semangka baik semangka merah biji, semangka merah tana biji dan juga semangka kuning berbiji.

“Disini kami banyak kerja dan belajar menanam semangka langsung di tanah. Kalau di sekolah kami tanam pakai bedeng dan mulsa.Kami belajar sistem irigasi tetes di sekolah dan ada yang otomatis sehingga belajar disini tidak sulit,” ucapnya.

Yuliana menyebutkan, para siswa dan siswa mendapatkan banyak ilmu baru mengenai budidaya semangka hingga mendapatkan hasil panen yang bagus.

Ia mengatakan hasil panen semangka terkadang ada semangka yang kurang manis dan ada yang rusak dan bentuknya kurang bulat sehingga mereka bisa belajar bagaimana melakukan perawatan untuk mendapatkan hasil panen yang bagus.

“Kami baru pertama kali belajar menanam semangka sehingga kami merasa sangat senang mendapatkan ilmu baru. Kami juga diberikan tempat tinggal di rumah Yance Maring sehingga bisa hemat uang,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPP PDI Perjuangan Utus 4 Dokter Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa di  Reok
Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi
Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga
Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi
Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba
Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka
Gempa Flores Susulan, Rumah Seorang Janda di Radabata Akhirnya Ratah Tanah
Gempa Flores, Anak-anak Hadapi Ancaman Berlapis di Pengungsian, Plan Indonesia Desak Berbagai Pihak Beri Bantuan Dasar
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:56 WITA

DPP PDI Perjuangan Utus 4 Dokter Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa di  Reok

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:20 WITA

Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08 WITA

Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:40 WITA

Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agu 2026 - 21:30 WITA