WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat - FloresPos Net

WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenai komitmen menuju Net Zero Emission (NZE) 2050 sebagai bentuk pengakuan bahwa krisis iklim adalah persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat NTT.

Kekeringan yang semakin panjang, perubahan musim, menurunnya produktivitas pertanian, krisis air bersih, hingga meningkatnya bencana hidrometeorologi memang merupakan kenyataan yang setiap hari dialami masyarakat.

“Namun, komitmen terhadap dekarbonisasi tidak dapat diukur hanya dari target penurunan emisi atau penyusunan roadmap transisi energi,” sebut Yulianto Behar Nggali Mara, S.H., M.H., Divisi Hukum WALHI NTT dalam rilisnya, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Flores United Kalah Tipis dari Juara Bertahan, Ferdi: Dewi Fortuna Belum Berpihak

Yulianto mengatakan, yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa transisi tersebut berlangsung secara adil, demokratis, menghormati hak asasi manusia, dan tidak melahirkan bentuk-bentuk baru perampasan ruang hidup masyarakat.

Ia menyebutkan, transisi energi tidak boleh dipahami hanya sebagai penggantian sumber energi fosil menjadi energi terbarukan. Menurut dia, yang harus diubah adalah model pembangunan yang selama ini bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam.

“Jangan sampai dekarbonisasi justru menjadi legitimasi baru untuk memperluas proyek-proyek ekstraktif atas nama energi hijau,” tegasnya.

Bagi WALHI NTT, transisi energi bukan sekadar mengganti sumber energi fosil menjadi energi terbarukan.

Baca Juga :  Wajib Pajak Diimbau untuk Segera Laporkan SPT Tahunan

Transisi energi adalah perubahan sistem pembangunan yang selama ini bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam menuju sistem yang menempatkan keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan sebagai tujuan utama.

Yulianto mengatakan, pernyataan Gubernur yang memasukkan panas bumi sebagai salah satu energi strategis perlu dikritisi secara serius.

Menurutnya, pengalaman di berbagai wilayah NTT justru menunjukkan bahwa proyek panas bumi telah memunculkan konflik sosial, kriminalisasi warga, intimidasi aparat, hilangnya ruang hidup masyarakat adat, serta ancaman terhadap sumber-sumber air.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT
Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan
Dies Natalis dan Reuni Akbar SMAN 1 Ende jadi Momen Perkuat Rasa Memiliki Almamater
Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat
Seorang Pekerja Meninggal Saat Aktifitas Bongkar Muat Barang, Pelindo Maumere Lakukan Investigasi
Warga Pesisir Apresiasi Program Kampus Berdampak dari Uniflor, Kami Tidak Susah Air Lagi
Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:49 WITA

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:42 WITA

WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:45 WITA

Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:55 WITA

Dies Natalis dan Reuni Akbar SMAN 1 Ende jadi Momen Perkuat Rasa Memiliki Almamater

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:23 WITA

Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:49 WITA