Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah - FloresPos Net

Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Utang pajak Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 18 miliar rupiah. Itu terbawa dari 2018-2024.

Demikian Camat Komodo, Iwan Martinus kepada media ini di Labuan Bajo belum lama ini, terkait realisasi sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mabar tingkat Kecamatan Komodo Tahun 2026.

Kata Iwan, angka pasti realisasi sementara pada semester pertama 2026 PAD kecamatan yang dia pimpin, untuk sementara dia belum update. Dia juga tidak menyebutkan target PAD yang dibebankan kepada Kecamatan Komodo Tahun 2026.

Baca Juga :  Tekan Stunting, Penjabat Bupati Manggarai Timur Keliling Semua Kecamatan

Menurutnya, sumber PAD Kecamatan Komodo yakni dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang tersebar di semua desa/kelurahan setempat.

Namun tidak semua pemilik tanah setempat membayar PBB, karena mereka tinggal di luar Kecamatan Komodo, di luar Mabar. Juga tak sedikit tanah di Kecamatan Komodo sampai sekarang masih dalam sengketa.

“PAD kami ya… hanya dari PBB. Dengan persoalan-persoalan tadi akhirnya utang PAD-nya terus menumpuk,” kata Iwan.

“Dan utang 18 miliar rupiah itu rupanya menumpuk di satu kelurahan. Sepertinya di sana banyak pemilik lahan yng tinggal di luar, dan banyak tanah masih sengketa,” sambungnya.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Ende Tampilkan Komoditas Lokal Saat Pawai Pembangunan, Ini Pesannya

Sehingga, masih Iwan, kebijakan yang ditempuh Pemerintah Kecamatan Komodo untuk mengejar beban target PAD yakni mewajibkan semua masyarakat melunasi PBB, termasuk yang mengurus surat menyurat, ijin atau rekomendasi, terlebih dahulu mereka harus melunasi pajak, PBB.

“Setelah mereka melunasi pajak baru saya tanda tangan surat menyurat dari mereka, atau atau rekomendasi. Saya tidak mau makin menumpuk utang pajak, utang PBB. Kalau bisa untuk PBB kami target 70-80 persen,” kata Iwan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Verifikasi Faktual 4.027 Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores, Sudah Rampung
Arton Togo Siap Jadi Kades–‘Aeramo Butuh Kades yang Jujur dan Transparan’
Wabup Sikka Kunjungi Smandu Maumere, Lihat Kondisi Bangunan Rusak dan Rencana Rehabilitasi
LNBM-In Flores Kucurkan Dana Rp 1,3 M untuk 8 KTH Pengembangan Usaha Bisnis dan Jasa Wisata
Bentuk Karakter Berintegritas, Uniflor Gelar Diklat Kepemimpinan Tingkat Dasar bagi Mahasiswa
inDrive Bantu Warga NTT Terdampak Gempa di Tiga Kabupaten
Pemerintah Diminta Periksa Kegiatan PT.Bumi Indah di Kali Pamalar, Sumba
Perum Bulog Cabang Maumere Sudah Salurkan 75 Persen Bantuan Pangan Beras
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:41 WITA

Verifikasi Faktual 4.027 Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores, Sudah Rampung

Jumat, 25 September 2026 - 19:17 WITA

Arton Togo Siap Jadi Kades–‘Aeramo Butuh Kades yang Jujur dan Transparan’

Jumat, 25 September 2026 - 18:54 WITA

Wabup Sikka Kunjungi Smandu Maumere, Lihat Kondisi Bangunan Rusak dan Rencana Rehabilitasi

Jumat, 25 September 2026 - 17:56 WITA

LNBM-In Flores Kucurkan Dana Rp 1,3 M untuk 8 KTH Pengembangan Usaha Bisnis dan Jasa Wisata

Jumat, 25 September 2026 - 15:44 WITA

Bentuk Karakter Berintegritas, Uniflor Gelar Diklat Kepemimpinan Tingkat Dasar bagi Mahasiswa

Berita Terbaru