LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) cendrung meningkat, karena usaha tersebut (UMKM) mudah mendapatkan uang.
Demikian Fatinci Reynilda, Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Mabar menanggapi FloresPos. Net di Labuan Bajo belum lama berselang. Mendampingi Kadis Fatynci adalah Kepala Bidang Koperasi dan UKM Mabar, Sales Tamur.
Diungkapkan, data terkini jumlah UMKM di Mabar yakni 12.398. Terdiri dari sekitar 10 sektor usaha. Di antaranya industri, jasa, pertanian, peternakan, perikanan, kulineri, pariwisata, transportasi, dan sektor usaha formal lainnya.
“Kurang lebih ada 12.398 UMKM. Cenderung naik, dominan usaha olahan,” kata Kadis In, sapaan akrab Fatinci Reynilda.
Lanjut dia, jumlah UMKM di Mabar tahun sebelumnya yakni 11.999. Berarti cendrung meningkat. Karena sekarang di kabupaten itu sudah ada dua belas ribuan UMKM, katanya.
Fatynci yang eks Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar itu mengungkapkan, yang mendorong masyarakat setempat-Mabar tertarik pada dunia UMKM, karena pengolahan atau usahanya langsung dapat hasil.
“Asal mereka mau saja. Hari ini mereka olah, hari ini juga langsung ada keuntungan. Praktis, langsung dapat kerja, dapat uang. Makanya lebih memilih UMKM,” ujar Kadis In.
Masih dia, sekarang pihaknya terus mencerahkan/sosialisasi kepada masyarakat setempat supaya menjaga kontinuitas dan kualitas usaha.
“Jadi harus kontinu, konsistensi, selalu berproduksi setiap hari. Kualitas/mutu produksi juga harus terjamin. Jaga stabil usaha, harus terjamin,” beber Kadis In. *










