Distan Sikka Kerahkan 62 Petugas Cek Kondisi Hewan Kurban di 47 Lokasi Penyembelihan - FloresPos Net

Distan Sikka Kerahkan 62 Petugas Cek Kondisi Hewan Kurban di 47 Lokasi Penyembelihan

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sikka dalam hal ini Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) menerjunkan 62 petugas kesehatan hewan termasuk dokter hewan untuk mengecek kondisi hewa kurban di berbagai lokasi penyembelihan.

Untuk Kabupaten Sikka, saat hari raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 terdapat 47 lokasi penyembelihan hewan kurban baik di masjid, mushala, panti asuhan dan lokasi lainnya.

“Ada 63 petugas kesehatan hewan yang akan melakukan pengecekan sebelum dan sesudah penyembelihan hewan kurban,” sebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Quartus Jenus Keupung,Selasa (26/5/2026) malam.

Eus sapaannya mengatakan,tenaga kesehatan hewan yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Perkumpulan Dokter Hewan Kabupaten Sikka dan mahasiswa Prodi Peternakan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.

Pihaknya melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem dimana pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih untuk memastikan kondisi fisik ternak benar-benar sehat.

“Pemeriksaan antemortem sudah kami lakukan dan semua hewan kurban telah dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih.Setelah penyembelihan nantinya akan dilakukan pemeriksaan postmortem,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Mangarai Barat: Kembalikan Total Otonomi Daerah, Nolkan Infrastruktur, Naikan Gaji ASN

Eus menjelaskan, pemeriksaan postmorten berfokus pada organ dalam hewan seperti hati, jantung, ginjal, dan usus untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit dan kalau ada bagian yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan.

Ia mengatakan tujuan melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban itu adalah untuk memberikan jaminan terhadap daging yang aman, sehat, utuh dan halal dan layak dikonsumsi.

Dia memaparkan, ada beberapa aspek pengawasan pemotongan hewan kurban yakni aspek pemilihan hewan kurban dimana hewan kurban itu harus sesuai dengan syariat agama Islam.

“Yang pertama capaian umurnya kalau untuk sapi atau kerbau itu minimal 2 tahun, sedangkan untuk kambing atau domba minimal 1 tahun. Kemudian secara fisik, dia sehat dan juga tidak cacat fisik,” terangnya.

Eus menambahkan, aspek yang kedua itu adalah menyangkut sarana atau fasilitas di tempat pemotongan yang meliputi ketersediaan air bersih yang memadai dan kandang penampungan.

Baca Juga :  Lantik Eda Ngole Menjadi Kadis Pertanian, Ini Pesan Bupati Andreas

Kemudian tempat pemotongan yang layak serta tempat penampungan limbah dan yang terakhir itu tempat penanganan daging atau jeroan.

Sementara aspek penerapan kesehatan hewan yaitu menyangkut sarana transportasi daripada hewan kurban itu sendiri serta aspek yang penjaminan kesehatan hewan dan daging.

“Makanya kami melakukan pemeriksaan antimortem, yaitu pemeriksaan sebelum hewan dipotong atau disembelih,” ucapnya.

Eus mengatakan, dari hasil pemeriksaan itu bahwa sapi tersebut dinyatakan sehat dan tidak menderita penyakit hewan menular strategis dan sonosis seperti antrax atau parasit.

Bila keputusannya sehat maka sapi itu diijinkan untuk dipotong dan dilakukan pemeriksaan postmortem menyangkut pemeriksaan daging dan jeroan yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.

“Untuk di Masjid Baiturrahman Nangahure Bukit di Kelurahan Wuring hewan kurban tahun ini 5 ekor sapi termasuk sapi bantuan Presiden Prabowo dan 4 ekor kambing,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:49 WITA

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WITA

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA