Keluh Pengguna Jalan Gako-Bajawa–‘Jalan Digali Dibiarkan Lubang Menganga’ - FloresPos Net

Keluh Pengguna Jalan Gako-Bajawa–‘Jalan Digali Dibiarkan Lubang Menganga’

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 12:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pekerjaan Preservasi atau pemeliharaan berkala seperti pelapisan ulang aspal (overlay) dan pengisian retak (sealing) yang sedang dikerjakan saat ini pada jalur jalan Gako, Desa Rigi, Desa Solo dan Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo menuju Kota Bajawa, Kabupaten Ngada dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan.

Pengendara kendaraan yang melayani trayek Boawae-Bajawa kepada Florespos.net, Sabtu (25/4/2026) mengeluh.

Proses pekerjaan tersebut dinilai mengganggu aktivitas perjalanan terutama pengendara baik roda dua maupun roda empat atau kendaraan besar lainnya.

“Jalan yang telah digali dan dibiarkan lubang menganga sungguh sangat menggangu perjalanan,” ungkap Hila, sopir Bemo Syukur.

Menurut Hila, perjalanan menjadi sangat terhambat akibat penggalian belum ditutup dengan aspal. Selain itu ada pula kendaraan berpapasan dan mengambil jalur yang salah hanya karena untuk menghindari lubang yang telah digali.

Hila berharap agar lubang yang telah digali segera ditutup kembali karena seperti yang dilihatnya di wilayah Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada sudah hampir dua minggu proses penggalian telah terjadi namun tidak ditutup kembali.

Baca Juga :  Siswa SDN Mole Ende Cari Jaringan Internet Ikut ANBK

Senada diungkapkan seorang pengendara sepeda motor asal Boawae, Kino. Dia meminta agar proses pekerjaan preservasi jalan itu segera dituntaskan karena bisa mengakibatkan kecelakaan.

“Bila perjalanan dilakukan pada malam hari kondisi hujan maka resiko kecelakaan sangat terbuka. Kita harapkan kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut segera melakukan penutupan lubang dengan aspal,” katanya.

Data tertera pada papan, proyek itu dikerjakan PT Wijaya Graha Prima beralamat di Jalan Motang Rua, Mbaumuku, Ruteng, Flores.

Sementara informasi yang ditemukan bahwa Asphalt Mixing Plant (AMP) dan penambangan material milik PT. Wijaya Graha Prima beroperasi di lokasi penambangan Galian C tepatnya di area sungai Dongkong, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Masih dari papan proyek yang terpampang di Gako Desa Rigi, Kecamatan Boawae tertulis, proyek APBN tersebut dikerjakan oleh PT Wijaya Graha Prima dengan paket proyek pekerjaan yakni preservasi jalan KM 210 – SP Bajawa dan dalam Kota Bajawa, Malanuza – Gako.

Baca Juga :  Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi

Proyek dengan tanggal kontrak 5 Februari 2006 nilai kontrak Rp.17.365.232.000 dengan waktu pelaksanaan 330 hari Klender.

Pimpinan PT. Wijaya Graha Prima, Yohanes Fredi Wijaya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (26/4/2026) mengatakan secara detail, pekerjaan ditangani oleh petugas di lapangan.

Dia meminta mendapat informasi yang lebih akurat karena dirinya sedang berada di luar daerah. Namun dia menjelaskan dalam waktu 1 atau 2 hari lagi sudah mulai melakukan produksi aspal untuk menutup lubang yang telah digali tersebut.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT PPK 3.4, Frangki Simamora dihubungi melalui telepon, Senin (27/4/2026) mengatakan ia sedang dalam perjalanan ke Labuan Bajo.

Kata dia, untuk pekerjaan preservasi jalan yang telah digali dalam waktu dua hari lagi lubang yang telah digali akan ditutup dengan aspal kembali. Ditanya tentang material AMP untuk pekerjaan itu, kata dia kemungkinan besar berasal dari Borong, Manggarai Timur. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Berita Terbaru