MAUMERE, FLOTESPOS.net-Wakil Bupati (Wabup) Sikka Simon Subandi Supriadi memimpin Apel Kekuatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka di Lapangan Apel Kantor Bupati Sikka, Senin (27/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut Wabup Simon menyampaikan lima penekanan utama kepada seluruh aparatur pemerintah agar menjadi perhatian dan dilaksanakan.
Pesan penting pertama, Simon meminta seluruh perangkat daerah bersikap kooperatif menindaklanjuti hasil audit lanjutan dan segera membereskan hal-hal yang masih kurang.
Dirinya mengapresiasi kinerja inspektur beserta jajaran yang dinilai sudah cukup baik, namun meminta agar terus ditingkatkan.
“Hasilnya saat ini sudah lumayan bagus sehingga harus terus ditingkatkan,” harapnya.
Pesan penting kedua terkait dengan penertiban pasar Ilegal dimana dalam sepekan terakhir, Pemkab Sikka telah menertibkan Pasar Wuring.
Hari ini Senin (27/4/2026) mulai pukul 04.00 Wita giliran eks Pasar Geliting yang ditertibkan dan seluruh pedagang dipindahkan ke Pasar Wair Koja.
Simon menegaskan, penertiban ini harus didukung kerja sama semua ASN dengan cara mengedukasi masyarakat agar berjualan di tempat yang sudah disediakan pemerintah.
“Jangan sampai siapa pun bisa buat pasar di mana pun. Saya dan Pak Bupati tidak mau lihat rekan-rekan ASN pergi belanja di pasar ilegal yang sudah kita larang. Saya minta itu dengan hormat,” tegasnya.
Simon menyebut Pasar Alok dan Pasar Wair Koja dalam kondisi siap pakai.
Dirinya meminta ASN yang memiliki keluarga berdagang agar menyampaikan dengan baik supaya sadar pindah ke pasar resmi.
“Pagi ini kalau bapak ibu lewat eks Pasar Geliting sudah tertib. Kami berharap ini bukan hanya sementara tapi seterusnya harus begitu,” katanya.
Pemkab Sikka tambah Simon, akan melakukan koordinasi dan konsolidasi agar eks Geliting tidak lagi digunakan untuk pasar ilegal sehingga lalu lintas lancar dan tata kota tertib.
Pesan penting ketiga berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana realisasinya sampai akhir triwulan pertama memasuki triwulan kedua masih berada di angka 24 persen lebih.
Ia meminta potensi PAD yang besar segera dioptimalkan karena banyak program yang harus dibiayai.
“Saat ini kita dihadapkan dengan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Anggarannya sudah ada dari Kementerian, lalu kita Pemda harus buat jalan. Butuh uang dan itu satu-satunya jalan adalah kita harus punya PAD yang baik supaya segera eksekusi bangun jalan,” jelas Wabup Simon.
Poin berikut kata Simon, terkait dengan disiplin ASN dimana dirinya menyoal disiplin, ASN yang datang terlambat saat apel berlangsung.
DIa menegaskan disiplin harus dimulai dari diri sendiri, bukan karena takut pimpinan sebab ASN sudah dewasa semua.
Ia mengajak agar yang belum disiplin mari sadar sebab waktu apel masih ada yang masuk tidak tepat waktu.
“Kalau tidak tepat waktu berdiri di luar saja, jangan terpaksa masuk. Tidak enak juga kalau setiap kali kita harus sampaikan terlambat, terlambat, dan terlambat lagi. Kalau terlambat, tidak usah datang,” tegasnya.
Penegasan kelima kata Simon terkait dengan kerja bakti Jumat Bersih dimana dirinya mengingatkan kewajiban kerja bakti setiap hari Jumat harus dijalankan.
Dirinya meminta Kabag Umum memperhatikan kesiapan peralatan yang mana sehari sebelum pelaksanaan, lokasi dan alat kerja harus sudah disiapkan agar kegiatan efektif.
“Jangan sampai kita sudah di tempat baru cari alat sana sini. Jangan hanya datang untuk berdiri-berdiri dan pulang. Saya minta koordinasinya,” pesan Wabup.
Wabup Simon menutup penegasannya dengan meminta seluruh ASN melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani masyarakat. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










