MBAY, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tancap gas mengejar konektivitas dan hilirisasi.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada bersama Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Safar Laga Rema dan Kabid PPEPD Baperida Nagekeo melakukan audiensi ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI Bapenas dan PT Krakatau Bandar Samudera, BUMN pengelola pelabuhan.
“Audiensi ini membahas rencana investasi konektivitas logistik pelabuhan laut di Nagekeo. Ada 3 lokasi alternatif yang ditawarkan: Pelabuhan Maropokot, Desa Ngolonio, dan Desa Totomala. Ketiga titik ini dinilai strategis untuk membuka akses laut Nagekeo ke jalur perdagangan nasional,” ujar Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada melalui pesan WhatsApp yang di terima Florespos.net, Jumat (12/6/2026).
Selain pelabuhan, pertemuan juga membahas hilirisasi produk perkebunan Nagekeo dan rencana investasi di sektor sumber daya alam pertambangan. Tujuannya agar komoditas lokal seperti kopi, kemiri, kelapa tidak lagi dijual mentah, tapi punya nilai tambah di daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Safar Laga Rema menegaskan dukungan lembaganya.
“Lembaga DPRD mendukung dan siap membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dalam melakukan sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini penting agar pembangunan tidak jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Rombongan Nagekeo juga melakukan pertemuan dengan Menteri Desa RI. Di forum ini, Wabup Nagekeo Gonzalo menyampaikan harapan agar ada perhatian dan kebijakan khusus terkait alokasi belanja infrastruktur di Kabupaten Nagekeo. Daerah kepulauan dengan topografi berbukit memang butuh biaya lebih untuk bangun jalan, jembatan, dan pelabuhan.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD kembali menegaskan komitmen DPRD.
“Kami mendukung pemerintah daerah yang terus berjuang berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Tujuannya agar pembangunan di desa-desa Nagekeo diperhatikan lewat berbagai program dari Kementerian Desa,” ujarnya.
Wakil Bupati Nagekeo memaparkan strategi pembangunan desa ke depan, program desa tematik sesuai potensi masing-masing wilayah.
Ada desa kampung adat, desa komoditi perkebunan/pertanian, dan desa pariwisata. Selain itu, Pemkab juga mendorong program listrik masuk desa dan penguatan bidang pendidikan.
Terkait hasil audiensi dengan PT Krakatau Bandar Samudera, Ketua DPRD menyatakan dukungannya.
“Kami mendukung rencana pemerintah daerah menjalin kerja sama investasi baik dari BUMN maupun swasta sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Wakil Bupati Nagekeo menutup dengan komitmen Pemkab.
“Kami siap menerima dan menindaklanjuti jika rencana investasi itu terjadi di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah daerah akan membantu segala sesuatu yang berkaitan dengan kewenangan kami, mulai perizinan sampai fasilitasi di lapangan,” ujarnya.
Langkah audiensi ke pusat ini jadi sinyal bahwa Nagekeo tidak lagi menunggu bola. Dengan 3 opsi pelabuhan, hilirisasi, dan desa tematik, Nagekeo ingin memotong rantai kemiskinan lewat konektivitas dan nilai tambah produk lokal. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










