Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni - FloresPos Net

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Keluarga korban Stevania Kristiani Noni (14) siswa SMP MBC Ohe yang menjadi korban pembunuhan di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang menggelar konferensi pers bersama segenap perwakilan.

Dalam konferensi pers di Maumere, Kamis (23/4/2026) malam tersebut, hadir perwakilan 10 suku di Romanduru, Desa Rubit, Relawan Keadilan Sikka, Perguruan THS THM, GMNI Sikka serta elemen gerakan lainnya seperti PMKRI Maumere dan BEM Unipa yang tidak sempat hadir.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan beberapa hal yang dinilai janggal selama proses penyelidikan hingga rekonstruksi sampai kepada pelimpahan kasus hukum ini ke Kejaksaan Negeri Sikka.

“Kami menilai prosesi P21 terkesan dipaksakan karena masih banyak kejanggalan mulai dari proses penyidikan, rekonstruksi hingga pelimpahan berkas,” sebut perwakilan Relawan Keadilan Sikka, Yohanes Nong Harcelis.

Harcelis menduga pihak kepolisian dengan sengaja berupaya untuk menyembunyikan tersangka utama karena bukti-bukti yang seharusnya menjadi bukti kuat tapi tidak ditemukan.

Pihaknya juga menduga ada upaya menyembunyikan pelaku lain dan meminta kejaksaan dan pengadilan supaya menetapkan pasal yang memberatkan kepada pelaku supaya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Baca Juga :  Kasek dan Guru SMAK Frateran Maumere Lepas Siswa Duta Budaya Smater ke Italia

“Perbuatannya yang kita proses dan jangan melihat bahwa dia masib anak anak. Ketika hukumannya ringan maka anak-anak lain juga melihat ternyata hukumannya ringan sehingga bisa jadi akan melakukan hal serupa,” ungkapnya.

Harcelic juga minta Polres Sikka memeriksa orang-orang yang melakukan penyesatan dalam kasus ini agar mereka juga harus diproses hukum sebab jangan- jangan mereka merupakan pelaku utama.

Dia bertanya, ada apa sampai polisi membiarkan hal ini seraya menegaskan akan melakukan aksi-aksi berikutnya dalam mengawal proses pengungkapan kasus pembunuhan sadis ini.

“Polres Sikka jangan tutup mata sebab masib ada banyak bukti yang bisa dicari agar kasus ini bisa terang benderang,” ucapnya.

Perwakilan dari Perguruan Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM) Paul Wolfgang menegaskan, perguruan THS dan THM Keuskupan Maumere mengakui peristiwa pembunuhan yang menimpa Noni merupakan peristiwa baru dan sangat mengagetkan.

Baca Juga :  Sisa Waktu Tiga Bulan Akhir Tahun 2025, PAD Flores Timur Baru Capai Rp 29 Miliar

Paul menegaskan, THS dan THM bersikap akan hadir selalu bersama keluarga korban dan apa yang menjadi kegelisahan keluarga itu juga menjadi kegelisahan mereka sebab Noni juga adik mereka.

“Kami akan suport keluarga. Kami mengajak kita semua agar berdoa dan mempersembahkan ekaristi untuk keselamatan jiwa adik kita Noni,” pesannya.

Sementara itu Ketua GMNI Sikka Wilfridus Iko menegaskan,pihaknya juga akan bersama mengawal kasus pembunuhan ini agar institusi kepolisian bisa bekerja secara professional.

Wilfridus menyampaikan agar selain professional Polres Sikka juga lebih berkualitas dalam menangani kasus ini serta transparan kepada publik sehingga kasus ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan keluarga korban.

“Kami akan terus bersama keluarga besar korban mengawal masalah ini sampai dengan tuntas. Baik sampai di pengadilan termasuk saat sidang dan memberikan tekanan lewat aksi-aksi demo kami pun siap terlibat,” pungkasnya. “

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih
APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat
Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 20:36 WITA

Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Jumat, 24 April 2026 - 16:16 WITA

Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA