ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St Ursula Ende pada tahun ini melepaskan ratusan mahasiswanya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga kabupaten di Pulau Flores, Provinsi NTT.
Ratusan mahasiswa ini akan melaksanakan KKN Tematik selama dua bulan penuh yaitu dari 14 Juli- 14 September 2023 di Kabupaten Ende, Ngada dan Flores Timur.
Acara pelepasan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dilaksanakan di aula kampus, Kamis (14/7/2023) pagi yang dipimpin oleh Ketua STPM St Ursula Ende, Yulita Eme.
Ketua STPM St Ursula Ende saat melepaskan ratusan mahasiswa ke tempat KKN menegaskan KKN adalah bagian dari perkuliahan maka menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat.
“Kalian akan belajar bersama masyarakat, memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru di tengah masyarakat. Identifikasi masalah dan selesaikan masalah yang sedang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Yulita juga mengingatkan mahasiswanya agar menempatkan diri dengan baik di tengah masyarakat dan menjaga nama baik lembaga.
“Semua orang memiliki lima kecerdasan tetapi punya karakter yang berbeda. Tetaplah berkarakter serviam selama menjalani kegiatan KKN. Silakan berkreativitas, berinovasi dengan potensi yang ada di desa tetapi tetap jaga karakter serviam,” katanya.
Wakil Ketua STPM St Ursula bidang akademik, Elias Cima mengatakan KKN adalah rangkaian perkuliahan maka subtansinya adalah pembelajaran. Dikatakannya pembelajaran yang dimaksud bukan hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk dosen pendamping.
Elias menambahkan tugas dosen dan mahasiswa selama kegiatan KKN yaitu menjembatani perguruan tinggi dan masyarakat bukan pergi untuk senang – senang.
“Tugas kita adalah menjembatani perguruan tinggi dan masyarakat, menjadi jembatan perubahan dan peradaban di tengah masyarakat bukan pergi untuk senang- senang,” kata Elias.
Kepala Pusat Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STPM St Ursula, Richardus B. Touwala menyampaikan kegiatan KKN tahun ini diikuti 163 mahasiswa yang terdiri dari 69 orang dari program studi Ilmu Pemerintahan dan 73 orang dari program studi Sosiatri.
Kegiatan KKN Tematik pada tahun ini bekerjasama dengan mitra LSM Internasional yaitu Prisma. Tema KKN tahun ini adalah “Pemberdayaan Ekonomi dan Politik Masyarakat Daerah Perbatasan Melalui Edukasi Pencegahan Virus ASF dan Pendidikan Politik”.
Ketua P3M menjelaskan dengan mengusung tema tersebut maka STPM terlibat secara langsung dalam mendukung pemulihan perekonomian masyarakat melalui edukasi pencegahan ASF.
STPM menjadi fasilitator bagi perkembangan dan mendorong masyarakat untuk kembali beternak babi.
STPM terlibat bersama penyelenggara pemilu dalam mendukung pendidikan politik dan menjalankan peran sebagai pengawas partisipatif menjelang pemilu tahun 2024.*
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus










