MAUMERE, FLORESPOS.net-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka Jumat (17/4/2026) melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Santa Elisabeth Lela.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan kesiapan kerja di luar negeri.
Gubernur NTT bersama rombongan meninjau langsung program pembelajaran bahasa Jepang di lingkungan STIKes St. Elisabeth Lela yang merupakan kerjasama dengan LPK Musubu.
Program ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global, khususnya untuk peluang kerja di luar negeri.
“Kami bekerjasama dengan Stikes Sta.Elisabeth Lela untuk pembelajaran Bahasa Jepang agar lulusannya bisa bekerja di berbagai rumah sakit di Jepang nantinya,” sebut Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Reinha Rosari Francis Yuki, Senin (20/4/2026).
Vony mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur NTT beserta Bupati Sikka dan jajarannya ke Stikes Sta.Elisabeth Lela untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di sekolah tersebut.
Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus membangun kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, guna membuka peluang lebih luas bagi generasi muda NTT.
Mediatrix Santi Gaharpung, mewakili Rektor STIKes St. Elisabeth menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Gubernur ke sekolahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini STIKes St. Elisabeth memiliki 643 mahasiswa yang tersebar di tiga program studi, yakni D3 Keperawatan, Sarjana Fisioterapi, dan Sarjana Informatika Medis.
Mediatrix menjelaskan, untuk mendukung lulusan yang berkompeten dan berdaya saing, kampus telah memasukkan pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jerman dan Jepang ke dalam kurikulum.
“Khusus untuk bahasa Jepang, STIKes bekerja sama dengan LPK Musubu. Hingga saat ini, tercatat 29 lulusan telah berhasil bekerja di Jepang melalui program tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, Mediatrix juga menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pembangunan tambahan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium fisioterapi dan informatika medis serta perpustakaan.
“Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT guna memperlancar proses pembangunan tersebut,” tuturnya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi kepada LPK Musubu yang telah berkontribusi dalam mengantarkan generasi muda NTT bekerja di Jepang.
Laka Lena juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi calon tenaga kerja migran dan pemerintah kini telah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tenaga migran.
“KUR ini dapat dimanfaatkan untuk membiayai pelatihan, kursus bahasa, hingga kebutuhan persiapan keberangkatan ke luar negeri,” terangnya.
Laka Lena menambahkan, program ini diharapkan mampu meringankan beban calon pekerja migran, sehingga mereka tidak lagi terkendala biaya saat ingin meningkatkan kompetensi.
Dirinya juga mendorong LPK Musubu untuk berperan aktif dalam memfasilitasi akses KUR tersebut, sehingga semakin banyak anak muda NTT yang dapat memperoleh kesempatan kerja di luar negeri secara legal, terampil, dan berdaya saing tinggi.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut mengapresiasi kehadiran LPK Musubu yang dinilai telah membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk bekerja di luar negeri.
Juventus juga menyampaikan bahwa ke depan, program beasiswa akan difokuskan kepada keluarga miskin ekstrem. Untuk itu, pihaknya meminta STIKes mendata mahasiswa dari Desil 1 hingga Desil 5 agar dapat menerima bantuan pendidikan tersebut. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










