Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Tilang One Farm Sukses Bina Anak Muda Bertani Hortikultura - FloresPos Net

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Tilang One Farm Sukses Bina Anak Muda Bertani Hortikultura

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 10:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Hampir 6 tahun bergelut dengan pertanian hortikultura membuat Kepala Desa Tilang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, fokus membina anak-anak muda untuk terjun menjadi petani.

Memanfaatkan potensi dan peluang pasar yang besar, sektor pertanian bisa memberikan penghasilan yang lumayan besar bisa digeluti dengan baik yang ditopang pula manajemen yang bagus.

“Saya bukan hanya memberikan ilmu bagi anak-anak muda menjadi petani hortikultura saja tetapi mengajarkan mereka agar mengelola manajemennya dengan bagus,” sebut Rofinus I.M.Luer, Kepala Desa (Kades) Tilang,saat ditemui di kebun hortikulturanya Rabu (15/4/2026).

Rofinus mengaku ingin mengembangkan pertanian terpadu dalam satu kawasan yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan sehingga bisa terintegrasi dan memberikan penghasilan yang lebih besar.

Baca Juga :  Menko Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Jangan Jadi Koperasi KUD

Mimpinya, selain ada tanaman hortikultura ada juga peternakan seperti ayam, kambing,sapi dan juga ada kolam-kolam ikan air tawar sehingga kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk kandang.

“Sisa-sisa tanaman hortikultura juga bisa menjadi pakan ternak dan ikan.Kawasan itu juga bisa menjadi tempat edukasi atau pembelajaran sekaligus tempat wisata,” ujarnya.

Rofinus mengaku pihaknya mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Tilang One Farm yang menjadi binaan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Pemilu di Sikka, Coblos-Hitung di TPS Berjalan Lancar, Wilayah Pulau Kendala Jaringan

Pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk mendampingi petani selain dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian dan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS).

Fokusnya agar anak-anak muda bisa terjun menjadi petani hortikultura dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit akibat berbagai dampak.

“Petani yang saya dampingi dan sudah bisa kerja sendiri sampai dengan hari ini ada 22 orang. Awalnya mereka tidak tahu, ikut dulu bersama saya, saya modali semua,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:34 WITA

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 19:54 WITA

Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

Berita Terbaru