MAUMERE, FLORESPOS.net-Hampir 6 tahun bergelut dengan pertanian hortikultura membuat Kepala Desa Tilang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, fokus membina anak-anak muda untuk terjun menjadi petani.
Memanfaatkan potensi dan peluang pasar yang besar, sektor pertanian bisa memberikan penghasilan yang lumayan besar bisa digeluti dengan baik yang ditopang pula manajemen yang bagus.
“Saya bukan hanya memberikan ilmu bagi anak-anak muda menjadi petani hortikultura saja tetapi mengajarkan mereka agar mengelola manajemennya dengan bagus,” sebut Rofinus I.M.Luer, Kepala Desa (Kades) Tilang,saat ditemui di kebun hortikulturanya Rabu (15/4/2026).
Rofinus mengaku ingin mengembangkan pertanian terpadu dalam satu kawasan yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan sehingga bisa terintegrasi dan memberikan penghasilan yang lebih besar.
Mimpinya, selain ada tanaman hortikultura ada juga peternakan seperti ayam, kambing,sapi dan juga ada kolam-kolam ikan air tawar sehingga kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk kandang.
“Sisa-sisa tanaman hortikultura juga bisa menjadi pakan ternak dan ikan.Kawasan itu juga bisa menjadi tempat edukasi atau pembelajaran sekaligus tempat wisata,” ujarnya.
Rofinus mengaku pihaknya mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Tilang One Farm yang menjadi binaan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk mendampingi petani selain dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian dan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS).
Fokusnya agar anak-anak muda bisa terjun menjadi petani hortikultura dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit akibat berbagai dampak.
“Petani yang saya dampingi dan sudah bisa kerja sendiri sampai dengan hari ini ada 22 orang. Awalnya mereka tidak tahu, ikut dulu bersama saya, saya modali semua,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










