Pemerintah Tidak Bisa Batasi Ruang Cari Makan Nelayan - FloresPos Net

Pemerintah Tidak Bisa Batasi Ruang Cari Makan Nelayan

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Walaupun cuaca ekstrim, pemerintah tidak bisa membatasi ruang cari makan nelayan karena itu soal perut, khususnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT.

Demikian Camat Komodo, Iwan Martinus menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini terkait cuaca buruk. Khusus Kecamatan Komodo belakangan dihantam badai, hujan dan angin.

Kecamatan Komodo, kata dia, memiliki wilayah darat dan laut. Banyak desa pulau. Taman Naman Nasional Komodo (TNK) juga bagian dari Kecamatan Komodo.

Menurut Iwan Martinus, terkait cuaca buruk, yang bisa dibatasi pemerintah mungkin mobilisasi ke taman nasional Komodo atau ke tempat wisata lain di kecamatan itu. Tetapi aktivitas nelayan tidak bisa dibatasi, sulit dilakukan karena soal perut.

Baca Juga :  Curi Printer Milik SDK Ende 2, AB alias Tonce Ditangkap Polisi

Lanjutnya, cuaca ekstrim memang peluang terjadinya kecelakaan lalu. Tetapi soal perut, para nelayan yang tahu, kata Iwan Martinus.

Lebih jauh diungkapkan, sekitr 90 % warga pesisir dan pulau di Kecamatan komodo bermata pencaharian nelayan. Sisanya 10 % berprofesi pegawai, kerja di perusahan, DPRD, dan juga petani.

Masih Iwan Martinus, belakangan ada sejumlah rumah penduduk dan gedung sekolah di Mabar alami kerusakan dihantam badai, hujan dan angin. Di antaranya di Pulau Mesa, Desa Pasir Putih dan di Desa Golo Mori. Kejadian sekitar 2 minggu lalu, Maret 2026.

Baca Juga :  Tangan-Tangan Kreatif di Festival Nusa Solor

Oleh Pemcat Komodo pihak-pihak terkait bencana itu difasilitasi ke dinas-dinas teknis/terkait di lingkup Pemkab Mabar dengan harapan untuk mendapatkan bantuan.

Kehidupan nelayan Mabar khususnya, rentan dengan bencana akibat badai. Mungkin baiknya mereka difasilitasi biar tidak antri BBM, mungkin bisa BBM khusus, bersubsidi, kata Iwan Martinus. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas
Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama
Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka
Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga
DLH Segera Turun Lapangan Sikapi Keluhan Warga, Mathilde: Kami Kesal Jika Krakatau Kembali Berulah
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WITA

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:20 WITA

94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional

Berita Terbaru