Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Menyoroti Tunjangan Guru 3T dan Kapus yang Sudah Lama Mengabdi - FloresPos Net

Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Menyoroti Tunjangan Guru 3T dan Kapus yang Sudah Lama Mengabdi

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dalam rapat paripurna I masa sidang II tahun 2025-2026 terkait Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sikka terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Sikka Akhir Tahun 2025 Fraksi Partai Golkar menyoroti berbagai hal.

Dalam bidang pendidikan,Fraksi Partai Golkar meminta penjelasan pemerintah terhadap realisasi anggaran yang mencapai 101,75 persen dan masih menemukan distribusi guru yang tidak merata.

“Beberapa sekolah seperti SDK Wetakara yang kekurangan guru dan SMPN Nuba Arat yang kelebihan guru. Apakah dinas tidak mempunyai data analisa kebutuhan guru disetiap sekolah?,” sebut juru bicara Fraksi Partai Golkar membacakan pemandangan umum fraksi, Kamis (12/3/2026).

Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka dibawah pimpinan Antonius Hendrikus Rebu meminta pelaksana tugas kepala sekolah yang sudah lama bertugas untuk segera didefinitifkan.

Terhadap beberapa sekolah yang mendapatkan anggaran revitalisasi pemerintah pusat, fraksi meminta pemerintah untuk selalu berkoordinasi dengan sekolah yang bersangkutan dan memastikan kegiatan ini berjalan.

“Fraksi Partai Golkar juga meminta penjelasan pemerintah soal guru guru swasta di daerah 3T yang tidak dianggarkan kembali tunjangan kinerja daerahnya dan juga penjelasan pemerintah terhadap perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat,” sebut Fraksi Partai Golkar.

Baca Juga :  Dugaan Membiarkan Aktifitas Perjudian, Kapolsek Bola Dilaporkan ke Propam Polres Sikka

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Partai Golkar juga menyoroti masalah kesehatan terutama kepesertaan BPJS yang sudah dinonaktifkan.

Juga terkait presentase pelayanan kesehatan ibu hamil yang menurun sebesar 63,33 persen jika dibandingkan dengan tahun2024 sebesar 71 persen.

Fraksi Partai Golkar juga menyoroti ketiadaan dokter umum dan dokter gigi di beberapa puskesmas seperti Puskesmas Kewapante.

Selain itu, bangunan poli gigi di puskesmas kewapante yang belum diserahterimakan sehingga tidak dapat dimanfaatkan

“Puskesmas Hewokloang rekanan sudah mengajukan pencairan tahap terakhir dengan berbagai persyaratan tapi belum direalisasikan dan berdampak sampai sekarang upah tukang belum dibayar,” sesal Fraksi Partai Golkar.

Fraksi Partai Golkar juga mengkritisi gagal salur pekerjaan Puskesmas Tuanggeo dan meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi sebelum menganggarkan kembali.

Hal ini menjadi evaluasi untuk semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan Puskesmas Tuanggeo
Kepala Puskesmas (Kapus) yang sudah lama mengabdi juga diminta Fraksi Partai Golkar untuk segera dirotasi ataupun promosi untuk penyegaran dan menghindari praktek yang mengarah ke abuse of power yang merugikan staf dibawahnya.

“Sudah bukan rahasia lagi ada tekanan ataupun intimidasi dari para kepala puskesmas kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ungkap Fraksi Partai Golkar.

Baca Juga :  Pesan Wabup Sikka Pesta Perak SMPK St.Antonius Boganatar, Jangan Pernah Lupakan Budaya dan Budi Pekerti

Dikatakan Fraksi Partai Golkar, LKPJ 2025 menunjukan beberapa kemajuan dari target dan realisasi dalam hal seperti pendapatan per kapita dari target Rp.19.322.000 realisasinya mencapai Rp.21.140.000.

Pertumbuhan ekonomi dari target 3,95 realisasi mencapai 5,04, usia harapan hidup dari target 74,48 realisasi mencapai 74,64 dan angka kemiskinan dari target 11,51 persen menurun menjadi 11,25 persen.

“Namun terdapat juga sejumlah indikator yang mengalami penurunan seperti Indeks Pembangunan Manusia dari target 71,10 realisasi sebesar 70,65.Rata rata lama sekolah dari target 9,78 realisasi 9,39,” papar Fraksi Partai Golkar.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Partai Golkar juga menyoroti harapan lama sekolah dari target 16,47 realisasi mencapai 16,17 dan pengeluaran per kapita dari target Rp.9.463.000 realisasi sebesar Rp.9.219.000.

Fraksi Partai Golkar menilai bahwa meskipun ada capaian positif dalam pembangunan ekonomi tetapi tidak dibarengi sektor pendidikan dan standar kehidupan yang layak yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia.

“Fraksi meminta penjelasan apa langkah konkrit untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan pengeluaran per kapita yang mengalami penurunan,” pinta Fraksi Partai Golkar. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA