Mendukung Pemberlakuan Kuota Kunjungan Wisatawan di TN Komodo - FloresPos Net

Mendukung Pemberlakuan Kuota Kunjungan Wisatawan di TN Komodo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pembatasan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT langkah tepat demi menjaga keseimbangan pariwisata dan konservasi. Namun harus disertai pengawasan yang adil dari pemerintah.

Florianus Lengu, Senior Tour Guide asal Bajawa Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan itu via WA group dan diterima Florespos.net, Labuan Bajo baru-baru ini.

Dijelaskan, kebijakan pembatasan kuota 1.000 wisatawan per hari ke TNK, pada prinsipnya merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi.

Data kunjungan menunjukkan bahwa tekanan wisata terhadap kawasan ini terus meningkat. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan mencapai sekitar 334.206 wisatawan, atau rata-rata sekitar 915 orang per hari.

Pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 432.000 wisatawan, dengan rata-rata sekitar 1.180 wisatawan per hari. Bahkan pada musim liburan tertentu jumlah kunjungan bisa melonjak hingga lebih dari 2.000 wisatawan dalam satu hari.

Baca Juga :  Manggarai Barat, Banyak Prestasi dan Pekerjaan Rumah

Angka ini menunjukkan bahwa tanpa pengaturan yang jelas, kunjungan wisata berpotensi melampaui daya dukung kawasan. Padahal kawasan ini merupakan habitat alami bagi  Komodo Dragon serta berbagai ekosistem pulau yang sangat sensitif terhadap tekanan aktivitas manusia.

Oleh karena itu pembatasan kunjungan adalah langkah penting untuk mencegah overtourism dan memastikan keberlanjutan kawasan konservasi.

Namun kebijakan ini tidak boleh berhenti pada pembatasan angka semata. Pemerintah juga harus memastikan pengelolaan kuota yang transparan dan adil. Jangan sampai muncul praktik mafia reservasi kuota wisata yang hanya menguntungkan kelompok tertentu atau operator besar.

Selain itu, pengawasan terhadap izin berlayar kapal wisata yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan juga harus diperketat agar jumlah kapal yang berangkat benar-benar sesuai dengan kuota pengunjung yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  56 Koperasi di Manggarai Barat Tidak Aktif

Hal ini penting agar kebijakan konservasi tidak justru menciptakan ketimpangan ekonomi yang merugikan pelaku usaha kecil lokal seperti pemilik kapal wisata tradisional, pemandu lokal, dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.

Dengan sistem reservasi yang transparan, pengawasan yang kuat, dan distribusi kesempatan yang adil, maka pembatasan kunjungan tidak hanya melindungi alam, tetapi juga memastikan bahwa manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan Taman Nasional Komodo tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi dari kemampuan kita menjaga alam sekaligus menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

“Salam Pariwisata Jaya,” tutup Florianus Lengu, Senior Tour Guide Bajawa-Ngada. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA