MBAY, FLORESPOS.net-Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, porak poranda diterjang banjir pada Jumat 6 Maret 2026 dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kecuali korban material, termasuk lumbung garam milik warga setempat lenyap ditelan banjir.
Demikian Suprianto, warga setempat melalu WA group yang diterima media ini di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT pada Sabtu (7/3/2026).
Suprianto yang mengaku penduduk Dusun Kaburea, RT 013 itu mengungkapkan, bencana tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 01 dini hari Wita.
Banjir tersebut, ungkap Suprianto, disertai gelombang besar dan angin kencang. Akibatnya lampu padam serta akses internet terputus. Tidak ada korban jiwa.
Sedangkan korban material, lanjut Suprianto, banyak. Antara lain rumah, sawah, kuburan, masjid, TK dan SDN Kaburea terendam banjir.
Jalan juga rusak. Bahkan lumbung garam milik warga lenyap karena tersapu arus banjir. “Kejadian ini berlangsung pada malam hari,” tulis Suprianto.
Masih dia, banjir masuk dari kali tertahan dengan air laut pasang, akhirnya luapan air sungai masuk ke pemukiman warga. Di sisi lain, pinggir kali tidak ada tanggul.
Supriyanto berharap Badan Penanggulangan Bencana Nagekeo sesegera mungkin turun ke lapangan, Dusun Kaburea.
Juga Bupati dan Wakil Bupati serta anggota DPRD Nagekeo. DPRD Provinsi NTT juga mesti turut serta membantu warga Kaburea yang terdampak banjir tersebut.
Kejadian ini, masih Supriyanto, berulang setiap tahun. Sangat berharap diadakan tanggul penahan abrasi. Tanggul sungai setempat juga sesegera mungkin dibangun, tutupnya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










