Epifani Spiritual Akibat Bencana Digital (Analisis Sastra-Filosofis atas Puisi Joko Pinurbo) - FloresPos Net

Epifani Spiritual Akibat Bencana Digital (Analisis Sastra-Filosofis atas Puisi Joko Pinurbo)

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya
Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor-nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa
ialah nomor-Mu.
Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.
(Joko Pinurbo, Kumpulan Puisi: Perjamuan Khong, 2020).

Oleh: Fr. Pankrasius Tevin Lory

TULISAN ini berangkat dari pembacaan atas puisi Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya karya Joko Pinurbo. Puisi ini, hemat penulis, merupakan representasi simbolik kondisi eksistensial manusia modern yang hidup dalam kultur digital yang selalu terhubung.

Melalui pendekatan semiotika sastra dan filsafat eksistensial, penulis menafsirkan puisi ini sebagai kritik terhadap transformasi manusia menjadi “subjek online”, yakni individu yang identitas, relasi, dan kesadarannya dibentuk oleh konektivitas teknologi.

Baca Juga :  Politik Identitas: Menguraikan Konflik dan Mencari Solusi Damai

Peristiwa rusaknya ponsel dalam puisi dibaca sebagai metafora guncangan eksistensial yang menyingkap kerapuhan fondasi identitas digital sekaligus membuka kemungkinan epifani spiritual, yaitu ketika krisis justru menghadirkan refleksi tentang relasi transenden dan rekonstruksi makna hidup di tengah dominasi teknologi.

Subjek Online

Manusia modern digambarkan melalui metafora “subjek yang berkantor di dalam ponselnya selama 24 jam sehari”.  Kata “berkantor” tidak lagi menunjuk tempat, tetapi keadaan eksistensial yang melekat pada tubuh manusia digital.

Dalam kerangka semiotika sastra, Andries Teeuw melihat perubahan fungsi tanda ini sebagai proses resignifikasi, yaitu ruang berubah menjadi pengalaman hidup.

Baca Juga :  Menutup Tahun dengan Refleksi: 10 Perenungan Guru di Akhir Semester

Subjek tidak lagi pergi menuju kantor, tetapi kantor melekat pada dirinya melalui ponsel (Andries Teeuw, Sastra dan Ilmu Sastra, 1984).

Ponsel menjadi kantor permanen. Artinya, manusia modern tidak pernah benar-benar selesai bekerja. Kesibukan digital bersifat kontinu (24 jam), tanpa batas ruang, tanpa jeda spiritual. Kesibukan ini menjadi struktur yang menyedot perhatian manusia dan menguasai kesadarannya.

Struktur ini menggambarkan transformasi manusia menjadi subjek yang selalu online. Turkle menyebut kultur baru ini sebagai budaya “always-on/selalu terhubung” (Sheery Turkle, Alone Together, 2011).

Berita Terkait

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Senin, 21 September 2026 - 20:44 WITA

Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA