LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pentahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari pada Rabu, 11 Februari 2026.
Berdasarkan Panduan Perayaan Tahbisan dikeluarkan oleh Panitia Pentahbisan Uskup Larantuka, yang juga diterima Florespos.net, Sabtu (31/1/2026), Mgr. Yohanes Hans Monteiro dijemput pada Selasa, 3 Februari 2026. Penjemputan langsung di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka.
Penjemputan Uskup Terpilih
Di Seminari Ritapiret, Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan dijemput oleh Ketua Umum Panitia, RD. Adeodatus Hendrikus Leni; perwakilan para imam, RD. Leo Lewokrore dan RD. Antonius Londa Diazyanto.
Selain itu, perwakilan DPP: Ketua DPP St. Ignatius Waibalun; perwakilan pemerintah: Sekda Flores Timur; perwakilan tokoh agama: Protestan, Islam, Hindu; serta tokoh masyarakat/umat: Ibu Rosalia Noi, dan tokoh adat yang diwakili Frans Nara Maran.
Setelah melewati perbatasan Sikka dan Flores Timur, dilakukan seremoni adat penjemputan dan penerimaan masuk wilayah Keuskupan Larantuka.
Seremoni adat tersebut terjadi di Boru, Paroki Santa Maria Ratu Semesta Alam-Hokeng, wilayah administrasi Kecamatan Wulanggitang.
Uskup Terpilih, Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan diterima lagi di simpang Nobo, Kecamatan Ile Bura oleh umat Paroki St. Yosef–Lewotobi, tempat di mana Uskup Terpilih menjalankan Tahun Orientasi Pastoralnya sebelum ia ditahbiskan menjadi Imam.
Kemudian dilanjutkan santap siang bersama di Nobo. Selanjutnya, Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro dan rombongan bertolak ke Larantuka.
Di pertigaan jalan menuju tanah leluhur, Oka, Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan diterima oleh Keluarga Besar Daton dalam suguhan adat dan pengalungan untuk selanjutnya dihantar masuk ke gerbang Kota Reinha, dan diarak mengelilingi Kota Larantuka.
Di gerbang Gereja Katedral, Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan diterima secara langsung oleh Pastor Paroki Katedral, DPP, dan umat Paroki Katedral dengan sapaan dan tarian “Muro Ae”, Larantuka, dan selanjutnya memasuki Gereja Katedral Reinha Rosari untuk mempersembahkan doa syukur kepada Allah.
Dari Gereja Katedral, Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro diarak menuju Istana San Dominggo. Di gerbang Istana, Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro diterima oleh Lembaga Adat dari pihak Kerajaan Larantuka bersama Pou Suku Lema dan diantar ke pendopo.
Di pendopo uskup, Mgr. Yohanes Hans Monteiro diterima langsung oleh Administrator Apostolik Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan Kuria Keuskupan, para imam, serta biarawan-biarawati.
Vesper Agung
Vesper Agung dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 di Gereja Santa Maria Pembantu Abadi, Weri, pukul 17.30 WITA.
Vesper Agung dipimpin oleh Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Ruteng, didampingi para uskup Region Nusra. Pengkhotbah adalah RD. Philipus Ola Daen, Staf Formator Seminari Tinggi Interdiosesan Ritapiret.
Puncak Tahbisan
Puncak Perayaan Tahbisan Uskup Larantuka dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka pada pukul 08.00 WITA.
Perayaan tahbisan ini akan dipimpin oleh Mgr. Fransiskus Kopong Kung, didampingi oleh Mgr. Paulus Budi Kleden (Uskup Agung Ende) dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere).
Misa Pontifikal
Seluruh rangkaian perayaan akan ditutup dengan Misa Pontifikal Uskup Larantuka pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 08.00 WITA.
Misa Pontifikal dilaksanakan di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka dipimpin oleh Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Larantuka yang baru.
Profile Singkat Mgr Yohanes Hans Monteiro
Dikutip dari Panduan Perayaan Pentahbisan yang dikeluarkan Sie Komsos dan Publikasi Panitia Tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, akrab disapa Hans, lahir di Larantuka pada 15 April 1971. Ayahnya bernama Yakobus Monteiro dan ibunya bernama Rosa Daton.
Yohanes Hans Monteiro memiliki empat saudara: Bartholomeus Nara Monteiro, Fransiskus Monteiro (alm.), Katharina Yetty Monteiro, dan Fransiskus Sevi Monteiro.
Pendidikan dasar di SDK Larantuka III di Lokea-Larantuka pada tahun 1977-1983. Sekolah Menengah Pertama dijalaninya di SMPK Mater Inviolata–Larantuka pada tahun 1983-1985. Seminari Menengah San Dominggo Hokeng-Larantuka dari tahun 1985 hingga 1988.
Yohanes Hans Monteiro lalu melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah San Dominggo Hokeng. Ia memilih jalur Imam Projo Keuskupan Larantuka dengan menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela pada tahun 1989.
Setelah setahun menjalani Tahun Orientasi Rohani, Yohanes Hans Monteiro melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret dan studi Filsafat di STFK Ledalero dari tahun 1990 hingga tahun 1994.
Setelah menyelesaikan studi S1 Filsafat, Yohanes Hans Monteiro menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki St. Yosef Lewotobi, Keuskupan Larantuka tahun 1995 hingga tahun 1997.
Selanjutnya, kembali ke Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Yohanes Hans Monteiro semakin mantap meneguhkan jalan imamat. Dua tahun terakhir di Ritapiret (1997-1999) dipenuhi dengan refleksi mendalam dan pendalaman Teologi.
Meski kesehatan tetap rapuh, ia memilih sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam kerentanan itu, ia menemukan kekuatan rohani yang menegaskan bahwa imamat adalah panggilan untuk mengandalkan Allah, bukan diri sendiri.
Setelah dua tahun menjalani studi Teologi, Yohanes Hans Monteiro ditahbiskan sebagai Diakon pada 9 Mei 1999 di Ritapiret dan kemudian sebagai Imam pada 14 Juli 1999 di Katedral Larantuka.
Penempatan pertamanya sebagai formator di Seminari San Dominggo Hokeng menegaskan panggilan imamat yang berorientasi pada pendidikan dan pembinaan generasi baru.
Dalam peran ini, Yohanes Hans Monteiro belajar bahwa imamat tidak hanya berhubungan dengan pelayanan liturgis, tetapi juga dengan tugas mendidik, membentuk karakter, dan menanamkan nilai rohani pada calon imam.
Pada tahun 2004 Uskup Darius Nggawa memintanya untuk melanjutkan studi ke Wina, Austria. Di Wina, Yohanes Hans Monteiro mendalami Teologi Liturgi secara intensif hingga meraih gelar Magister dan Doktor Teologi pada tahun 2018.
Sambil menekuni studi, Yohanes Hans Monteiro terlibat aktif dalam pelayanan pastoral di paroki kota maupun desa. Selain itu, Hans dipercaya memimpin komunitas Katolik Indonesia di Wina.
Sepulang dari Austria, Yohanes Hans Monteiro ditugaskan sebagai Dosen dan kemudian menjadi Wakil Rektor III di IFTK Ledalero, sekaligus formator di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Hidup dalam dua medan karya, seminari dan perguruan tinggi, menuntut kemampuan adaptasi yang
tinggi serta kepekaan terhadap
tanda zaman.
Yohanes Hans Monteiro belajar bahwa seorang imam sekaligus pendidik harus mampu menjembatani kebutuhan rohani dan tuntutan akademik, sehingga keduanya saling memperkaya.
Dengan cara ini, imamat dipahami sebagai panggilan yang dinamis: berakar pada tradisi iman, tetapi terbuka pada perubahan sosial dan regulasi modern, demi memastikan Gereja tetap hadir secara relevan dalam masyarakat.
Pada tanggal 22 November 2025, Paus Leo XIV, melalui Nuncio Apostolik menunjuk Yohanes Hans Monteiro menjadi Uskup Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang telah memasuki usia pensiun.
Yohanes Hans Monteiro akan ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Larantuka di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka hari Rabu, 11 Februari 2026 dengan motto episkopalnya “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan) yang diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Efesus, 4:4. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










