MAUMERE, FLORESPOS.net-Lembaga DPRD Kabupaten Sikka memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Sikka yang sudah menyediakan sarana berupa gedung Puskesmas Nanga yang baru selesai dibangun.
Ketua DPRD Sikka menilai gedung Puskesmas Nanga sangat representatif untuk pelayanan masyarakat Kabupaten Sikka terutama wilayah yang menjadi bagian dari cakupan pelayanan Puskesmas ini.
“Pembangunan Puskesmas Nanga ini sudah melalui proses yang baik. Komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan baik,” sebut Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi saat peresmian Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, Selasa (20/1/2026).
Stef sapaannya mengingat usaha Bupati Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang beberapa kali bertemu dengan Kementerian Kesehatan guna menyampaikan hal-hal yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan di Kabupaten Sikka.
Stef menegaskan, gedung Puskesmas ini hadir bukan saja sebagai sarana tetapi sebuah rutinitas baru di komunitas Puskesmas Nanga.
Kader PDIP ini mengatakan, keindahan, kekuatan gedung konstruksi yang dibangun tidak ada manfaatnya kalau pelayanan kepada masyarakat kita tidak maksimal.
“Puskesmas adalah pusat kesehatan masyarakat. Itu artinya di sini berkumpul orang-orang sehat.Di sini pusat daripada layanan kesehatan dan itu sudah selesai di sini,” ungkapnya.
Stef melanjutkan, sekiranya kalau kita tidak bisa,maka ada satu lagi pusat orang sakit yaitu rumah sakit. Sehingga kalau ada orang yang tidak bisa diurus kondisi kesehatannya maka kita antar dia ke rumah sakit yang menjadi pusat orang sakit supaya mereka bisa jadi sehat.
Pria asal Kecamatan Mapitara ini menekankan, konsentrasi aktivitas kita untuk melayani masyarakat sebagai pusat kesehatan masyarakat itu perlu maksimal.
Disebutkannya, di bawah pusat kesehatan masyarakat ini tentu ada Pustu, Polindes dan Posyandu.
Semua ini menjadi satu kesatuan ekosistem layanan kita mulai dari Posyandu sampai ke rumah sakit.
“Itu satu kesatuan yang kalau semua sistem itu berjalan dengan baik maka masalah kesehatan secara preventif lebih banyak diatasi daripada kuratifnya,” ujarnya.
Stef menegaskan, butuh dukungan tenaga kesehatan yang tentunya sudah berkualitas karena mereka menamatkan pendidikan dengan tingkatan yang bagus dari lembaga-lembaga pendidikan kesehatan yang baik pula.
Ia menggarisbawahi, tenaga kesehatan perlu punya semangat dan dedikasi pelayanan terhadap warga masyarakat Kabupaten Sikka.
Kalau tanpa itu kata dia, kualitas pribadi yang kita miliki menjadi tidak ada manfaat karena semangat untuk melayani itu kurang baik.
“Oleh karena itu saya mengajak kita semua terutama kita yang bergerak di bidang pelayanan publik terutama konsentrasi kita untuk pelayanan kesehatan perlu maksimal dalam pelayanan,” pesannya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










