Ruas Jalan Provinsi Benteng Jawa-Ruteng Lumpuh Total–‘Butuh Alat Berat’ - FloresPos Net

Ruas Jalan Provinsi Benteng Jawa-Ruteng Lumpuh Total–‘Butuh Alat Berat’

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Hujan deras yang turun sejak hari Minggu hingga Senin (11-12/1/2026) mengakibat tiga ruas jalan utama menuju Borong, Kabupaten Manggarai Timur dan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), lumpuh total.

Pantauan Florespos.net, Senin, (12/1/2025) pagi, sejumlah titik ruas jalan mengalami longsor. Ruas jalan yang longsor yakni jalan provinsi Benteng Jawa- Ruteng. Ruas jalan tersebut juga menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu ruas jalan kabupaten Lawir- Mawe menuju Ruteng dan Borong. Juga ruas jalan kabupaten Watu Cie-Deno. Jalan tersebut menuju Ruteng dan Borong ibu kota Manggarai Timur.

Baca Juga :  Kabar Gembira Tahun Ini, RS Pratama Reo Manggarai Buka Banyak Formasi CPNSD dan P3K

Menurut Valifianus Arvin, warga Deno, longsor terjadi akibat hujan lebat dari hari Minggu hingga hari ini. Untuk saat  hujan masih turun.

“Kemungkinan akan terjadi longsor susulan karena masih ada badan jalan yang retak. Tentu ini butuh alat berat agar bisa mengali bagian tebing supaya bisa dilalui kendaraan,’ katanya, Senin (12/1/2026).

Arvin mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan informasi dan laporan peristiwa ini ke kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur agar segera menurunkan alat berat.

Senada disampaikan Hans Daut. Warga Kecamatan Lamba Leda Selatan ini mengatakan untuk jalur Watu Cie-Deno longsor besar terjadi sekitar Wae Nengel di Desa Lento.

Baca Juga :  Tekan Stunting, Penjabat Bupati Manggarai Timur Keliling Semua Kecamatan

Kata Hans, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas sama sekali. Sejauh ini para pengendara terpaksa melalui jalur Laing agar bisa kembali ke kampung halaman di Heso Desa Golo Wunis dengan jarak tempuh sedikit jauh.

Arvin dan Hans berharap pemerintah kabupaten segera turunkan alat berat, kondisi dititik longsor berada di daerah bukit dengan jurang yang sangat dalam sehingga perlu pengalian lebih lebar lagi demi kenyamanan pengendara. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo
BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal
PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pascagempa Flores, Kabasarnas Pastikan Operasi SAR Berjalan Maksimal di Manggarai Timur
Rawat 56 Pasien RSUD Ende Butuh Tenda Darurat dan Golongan Darah O
Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Berita ini 258 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:05 WITA

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:54 WITA

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:46 WITA

PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agu 2026 - 20:54 WITA

Warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Mengungsi di bukit.

Feature

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agu 2026 - 19:07 WITA