BORONG, FLORESPOS.net-Masjid Joko Agung Purnomo yang terletak di Look Lesson, RT 12, RW 06, Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diresmikan Kamis (18/12/2025).
Kegiatan peresmian dibuka oleh Haji Rustandi Abdul Kadir mewakili AKBP Joko Agung Purnomo selaku donatur pembangunan masjid, dan dilanjutkan dengan ceramah bertema “Tujuh Pilar Kekuatan” yang menekankan pentingnya keimanan, persaudaraan, serta ketahanan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam peresmian itu Perwakilan Kapolsek Sambi Rampas, Ketua Yayasan Al Qalam Jemain Ustman, Pembina MUI Kecamatan Sambi Rampas Sarjudin Manjakari, Perwakilan KUA Kecamatan Sambi Rampas, Budi Harjonoto, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Ketua Yayasan Al Qalam Pusat, Haji Rustandi Abdul Kadir menegaskan bahwa revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan nilai sejarah masjid yang telah ada.
“Masjid ini akan digunakan untuk kegiatan Al-Qur’an. Salat tetap dilaksanakan di sini, sementara masjid lama difungsikan untuk pembinaan taklim ibu-ibu dan kegiatan Al-Qur’an,” ujar Haji Rustandi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar AKBP Joko Agung Purnomo yang telah menyetujui usulan pengurus Al Qalam Pusat untuk mewakafkan masjid tersebut bagi kepentingan umat dan pendidikan keagamaan.
Desa Nampar Sepang dikenal sebagai wilayah pedesaan dengan nilai gotong royong dan toleransi yang kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dengan latar belakang keyakinan yang berbeda hidup berdampingan secara rukun.
Kehadiran masjid hasil revitalisasi ini menjadi bagian penting dari penguatan harmoni sosial yang telah lama terjaga di desa tersebut. Revitalisasi ini dilakukan untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak, nyaman, dan representatif, seiring meningkatnya kebutuhan jamaah.
Masjid yang sebelumnya memiliki keterbatasan ruang kini diperluas hingga kurang lebih 400 meter persegi dan mampu menampung sekitar 400 jamaah. Perluasan ini memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat dalam melaksanakan salat berjamaah maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Sementara itu Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, memberikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi pembangunan masjid tersebut.
“Manggarai Timur adalah rumah bersama. Kehadiran masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol toleransi dan persaudaraan. Perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah ini secara damai dan inklusif,” tegas Kapolres.
Kabupaten Manggarai Timur dihuni oleh 266.654 jiwa pemeluk Katolik, 6.661 jiwa Kristen Protestan, dan 3.170 jiwa pemeluk Islam, dengan jumlah rumah ibadah mencapai 243 gereja Katolik, 74 gereja Protestan, 8 masjid, dan 3 musala. Kehadiran Masjid Joko Agung Purnomo menjadi tambahan penting dalam menjamin hak beribadah umat Muslim di wilayah tersebut.
Masjid Joko Agung Purnomo diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Muslim Desa Nampar Sepang, tetapi juga ruang silaturahmi dan pembinaan Al-Qur’an. Masjid sekaligus simbol toleransi beragama yang memperkuat harmoni sosial dan menegaskan bahwa perbedaan keyakinan adalah kekuatan dalam membangun Manggarai Timur yang damai dan bermartabat. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Anton Harus










