LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Banyak potensi yang menjadi kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT sepertinya belum dioptimalkan, antara lain sektor pariwisata.
Demikian Kepala Cabang PT. Elo Mangenre Labuan Bajo, Markus Manggut, menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama ini.
Elo Mangenre berpusat di Larantuka dan memiliki kantor cabang di Labuan Bajo. Elo Mangenre adalah pusat keagenan Kapal wisata.
“Untuk bisa berlayar melalui perusahaan kita. Kita urus dokumen berlayar kerja sama Syahbandar/KSOP, juga Dinas Perhubungan. Tetapi yang sehari-hari dengan kita adalah Syahbandar,” kata Manggut.
Menurut Manggut, potensi pariwisata Mabar sangat luar biasa, termasuk wisata bahari .
Seandainya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar jeli menangkap peluang ini, yakin pemasukan PAD Mabar signifikan, besar sekali.
Disebutkan, potensi PAD yang belum ditangkap Pemkab Mabar, ditengarai antara lain jasa parkir di pelabuan laut/ Marina Labuan Bajo dan pengurusan boarding pass kapal di Syahbandar/KSOP Labuan Bajo.
Lokasi kedua pos PAD tersebut yakni di kawasan Pelabuhan laut Labuan Bajo/Marina. Kedua pos itu pemasukan uangnya besar buat PAD. Itu mahal sekali.
“Tetapi justru di sini kelemahannya. Pemkab Mabar tidak ambil peluang yang ada di Syahbandar Labuan Bajo,” ujar Manggut.
Manggut yang eks DPRD Mabar itu mengaku bahwa tentang 2 pos tadi pernah dia sentil dengan DPRD Mabar.
Kedua pos dimaksud, jasa parkir dan boarding pass kapal, sesungguhnya peluang besar untuk jadi kantong PAD Mabar. Tetapi terkesan terabaikan. Padahal itu peluang besar, tak main-main. Uangnya miliaran rupiah.
Sekarang biaya pengurusan boarding pas kapal wisata di Labuan Bajo sekitar Rp. 15 ribu/orang. Dulu di bawah itu.
“Itu belum urus parkir, tarifnya sekitar 3-4 ribu per orang. Itu mahal,” kata Manggut.
Berdasarkan data terkini, kata Manggut, kapal wisata yang beroperasi di Mabar 800-an unit. Ada pinisi, speed boad, open deck dan jenis lainnya. Sebelumnya 700-an kapal wisata.
Lanjut Manggut, bergerak di jasa pelayanan keagenan kapal wisata di Mabar menjanjikan. Potensinya besar. Tiap hari layan ratusan sampai ribuan tamu/wisatawan, dalam hal ini urus dokumen pelayaran.
Di Mabar perusahan yang menangani ini 15 PT, 2 yang besar, 13 yang kecil, termasuk PT. Alo Mangenre.
Dari belasan perusahan tadi, khusus PT. Alo Mangenre, kontribusi untuk daerah Mabar yakni dalam bentuk pajak dan retribusi. Pajak dibayar oleh Kantor Pusat di Larantuka setiap tahun. Sedangkan retribusi sampah bayar tiap bulan di Labuan Bajo.
Peluang lain yakni tempat perbaikan kapal, docking. Tetapi peluamg itu sama sekali belum dimanfaatkan oleh daerah. Di Mabar belum ada docking.
Sekarang kapal wisata dari luar datang terus di perairan Mabar/Labuan Bajo. Kononada dari Jakarta, Bali, Sulawesi. Ditengarai, pemiliknya juga banyak orang luar. Bahkan mungkin ada pula yang punya bule, tetapi melalui orang Indonesia yang tangani.
Pihak-pihak terkait usaha ini yakni travel agent/ agen travel. Tamu/wisatawan melalui mereka. Kontrak harga dengan mereka. Lalu mereka cari kapal, terus kapal kerja sama dengan pihak keagenan, kata Manggut.
Travel agen yang tangani turis/tamu/wisatawan di Mabar ada banyak, bahkan ada juga yang tinggal di Labuan Bajo, hanya tidak kentara.
Prinsip kerja perusahannya yakni pelayanan prima. Tamu adalah raja. Jumlah karyawan PT. Elona Ngenre Cabang Labuan Bajo 10 orang. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










