Kesulitan PPK, Sejumlah Proyek di Manggarai Barat Terancam Batal Dikerjakan - FloresPos Net

Kesulitan PPK, Sejumlah Proyek di Manggarai Barat Terancam Batal Dikerjakan

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sejumlah proyek fisik di Kabupaten Manggarai Barat (Manar) NTT 2025 terancam batal dikerjakan, khusus yang dibiayai APBD Perubahan. Dikabarkan itu terjadi karena kesulitan tenaga PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Wakil Ketua Dua DPRD Mabar, Sewargading S. J. Putera menanggapi media ini belum lama berselang di Labuan Bajo, mengatakan, sepertinya itu fenomena baru terkait PPK di lingkup Pemkab Mabar belakangan.

Menurutnya, pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Mabar tahun anggaran 2025 terakomodir sejumlah proyek fisik. Akumulasi anggaran kurang lebih Rp.27 miliar. Namun kabarnya terancam tidak bisa dilaksanakan karena kesulitan PPK.

Baca Juga :  Buka Lomba Renang Antar Pelajar, Bupati Ende Katakan akan Renovasi Kolam Renang Roworeke

Angka 27 miliaran rupiah itu tidak hanya ada di satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah), tetapi kemungkinan tersebar pada sejumlah OPD di lingkup Pemkab Mabar.

Paket-paket proyek dimaksud antara lain menuju Bari Kecamatan Macang Pacar dengan pagu anggaran sekitar Rp. 7 miliar. Kabarnya paket itu sulit dikerjakan karena kesulitan PPK.

“Yang disebabkan oleh tidak ada yang siap menjadi PPK. PPK itu PNS (Pegawai Negeri Sipil),” kata Gading, sapaan Sewargading S. J. Putera.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Manggarai Barat Berupaya Mendongkrak PAD

“Terekam informasi, salah satu sebab PNS yang punya sertifikat tidak mau jadi PPK karena kekhawatiran akan potensi dan resiko hukum,” sambungnya.

Bernadus Ambat, anggota DPRD Mabar yang lain secara terpisah membenarkan kabar tentang banyak PNS bersertifikat di Pemkab Mabar “menolak” jadi PPK karena takut resiko hukum.

“Fraksi kami sudah ingatkan pemerintah terkait ini beberapa waktu lalu,” kata Ambat yang asal Partai Perindo itu tanpa menyebutkan nama fraksinya di DPRD Mabar. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA