KUPANG, FLORESPOS.net-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Partai Demokrat untuk melihat dan mengkaji semua potensi daerah untuk dioptimalkan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah.
Permintaan ini disampaikan Melki ketika memberi sambutan pada pembukaan rapat kerja daerah Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat NTT di Kupang, Sabtu (4/10/2025) malam.
Menurutnya, NTT memiliki banyak potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri.
Saat ini Pemerintah NTT sedang menggagas Program One Village One Product (satu desa satu produk unggulan). Program ini juga didorong hingga ke sekolah, kampus, gereja, dan masjid agar setiap komunitas bisa menghasilkan produk khasnya.
Melki menegaskan, penguatan ekonomi lokal harus menjadi agenda bersama antara pemerintah dan partai politik, termasuk Partai Demokrat.
Ia menilai Demokrat menjadi salah satu partai yang konsisten memperhatikan sektor pertanian dan usaha produktif masyarakat. Apalagi sumbangsih terbesar pertumbuhan ekonomi NTT yang kini mencapai 5,44 persen berasal dari sektor pertanian.
“Dengan kebersamaan, saya percaya gerakan ini bisa menjadi langkah nyata membangun kemandirian ekonomi NTT,” tandas Melki.
Ia mengungkapkan, belanja masyarakat NTT terhadap barang- barang dari luar daerah masih sangat besar. Data menunjukkan, sekitar Rp51 triliun uang rakyat NTT setiap tahun mengalir keluar untuk membeli berbagai kebutuhan, termasuk produk sederhana seperti pinang dan sirih. Dari jumlah itu, tercatat sekitar Rp700 miliar dikeluarkan hanya untuk membeli pinang dari Jambi.
“Kalau kita bisa menekan belanja keluar daerah ini dengan membeli produk kita sendiri, akan berdampak besar terhadap perekonomian lokal. Karena itu saya mengusulkan gerakan Beli Produk NTT,” papar Melki.
Ia berharap, melalui forum rakerda ini, Demokrat dapat melahirkan sejumlah rekomendasi konkret yang mendukung program pembangunan NTT agar lebih maju, sehat, sejajar, dan berkelanjutan.
Ketua DPD Demokrat NTT, Leonardus Lelo menyampaikan, jumlah perolehan kursi Demokrat pada pelaksanaan pemilu legislatif terus mengalami peningkatan.
Bahkan saat ini, jumlah kursi di DPRD NTT mencapai tujuh kursi dari sebelumnya berjumlah empat kursi. Demikian halnya dengan DPRD kabupaten/kota yang kini mencapai 59 kursi.
Dalam rangka persiapan musyawarah daerah dan musyawarah cabang, ia menegaskan, semua kader memiliki kesempatan yang sama. Namun yang lebih penting adalah mengedepankan soliditas dan kekompakan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, H.E. Herman Khaeron menyatakan, pentingnya menjaga etika politik dan memperkuat persatuan antar kader Demokrat.
“Etika politik Partai Demokrat adalah bersih, cerdas, dan santun. Kalau etika ini kita jalankan, komunikasi antarkader akan sehat. Jangan karena ada kepentingan lantas saling menjelekkan, karena yang kalah jadi arang dan yang menang jadi abu. Tidak ada untungnya, justru partai yang dirugikan,” tandas Herman.
Ia mengingatkan, jabatan politik adalah sebuah amanah, bukan tahta untuk bermegah-megahan.
“Kita harus sensitif terhadap rakyat, karena saat ini banyak yang hidup kesusahan. Pendapatan tidak mencukupi kebutuhan, harga bahan pokok tinggi, dan masih banyak pekerja yang terkena PHK. Jadi, pemimpin Demokrat harus hadir dengan hati untuk rakyat,” pinta Herman.*
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando









