MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka meresmikan Puskesmas Wualadu di Kecamatan Doreng yang sebelumnya sejak tahun 2022 merupakan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan tahun 2024 Pustu Wualadu menjadi Puskesmas Non Rawat Inap.
Salah satu hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. adalah hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dimana pelayanan kesehatan yang berkualitas mensyaratkan tersedianya sarana, prasarana dan alat kesehatan sesuai standar pelayanan.
Berdasarkan Permenkes Nomor 19 tahun 2024 Pasal 2 ayat (1) pemerintah bertanggungjawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan mengawasi penyelenggaraan Upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien, merata dan terjangkau oleh masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sikka berupaya mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan status dua Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas,” sebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,Petrus Herlemus, Rabu (8/10/2025).
Petrus menerangkan, Puskesmas Wualadu merupakan Puskesmas pemekaran dari Puskesmas induk Habibola yang didirikan pada tahun 2021 menggunakan Dana Insentif Daerah (DID).
Dia mengatakan, bangunannya merupakan bangunan Pustu Plus yang mana nomenklaturnya Pustu dan rancangan bangun tata ruang Puskesmas dan mulai aktif melaksanakan pelayanan sebagai Puskesmas pada bulan agustus tahun 2024..
“Peningkatan status tergolong cepat bawasannya peningkatan status Pustu ke Puskesmas seharusnya 2 tahun setelah beroperasi,” terangnya.
Petrus mengatakan, upaya Pemerintah Kabupaten Sikka telah didukung oleh Pemerintah Pusat dengan dikeluarkannya surat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor: IR.01.02/A.VIII/1950/2025 tanggal 16 September tahun 2025 tentang Penetapan Kode Puskesmas.
Juga Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2/2025 tentang Pedoman Standarisasi Kode Referensi Sarana Kesehatan Nasional kepada 2 Puskesmas baru yaitu Puskesmas Kojagete dan Puskesmas Wualadu.
“Percepatan pemberian registrasi 2 puskesmas baru dilakukan setelah diundang oleh Menteri Kesehatan RI untuk beraudiens langsung dengan Bupati Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka tanggal 21 Agustus 2025 lalu,” terangnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










