Berdasarkan standar Permenkes Nomor 19 tahun 2024 Tentang Puskesmas standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan untuk kategori puskesmas terpencil non rawat inap untuk pemenuhan standar sarana dan prasarana puskesmasnya lebih besar dari atau sama dengan 80 persen.
“Selain itu, pemenuhan standar peralatan puskesmas lebih besar dari atau sama dengan 60 persen, pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) 2.75 persen dan ketersediaan obat empat puluh (40) jenis obat esensial untuk sediaan farmasi 100 persen,” jelasnya.
Dari data tersebut kata Petrus, Puskesmas Wualadu baru memenuhi 60 persen untuk pemenuhan standar sarana dan prasarana dan 50 persen untuk pemenuhan standar alat kesehatan dan SDM.
Sedangkan untuk ketersediaan 40 jenis obat esensial sediaan farmasi Puskesmas sudah 100 persen memenuhi standar kebutuhan.
Petrus menerangkan, bentuk-bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang ada di Puskesmas Wualadu antara lain Posyandu berjumlah 17. sementara Poskesdes dan Polindes berjumlah masing-masing satu.
“Jenis-jenis tenaga kesehatan di Puskesmas memiliki standar rasio yang ditentukan berdasarkan Dokumen Target Rasio Tenaga Kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Petrus menerangkan, ketersediaan SDM Puskesmas Wualadu terdiri dari dokter umum ASN 1 orang sementara dokter gigi, Epidemologi Kesehatan dan Tenaga Sanitasi Lingkungan belum tersedia.
Selain itu tenaga Perawat D3/S1 profesi sebanyak 11 orang, Bidan D3/S1 profesi 11 orang, Nutrisionis 2 orang serta tenaga Promkes, Apoteker/D3 Farmasi, Tenaga Teknologi Laboratorium masing-masing satu orang.
Serta tenaga Psikologi Klinis, Fisioterapi dan Terapis Gigi dan Mulut belum tersedia.Tenaga pendukung atau penunjang lainnya meliputi tenaga sistem informasi kesehatan, tenaga administrasi keuangan tenaga kebersihan,tenaga keamanan dan sopir masing-masing 1 orang.
“Sedangkan tenaga tata usaha, kepegawaian dan barang belum ada.Data SDM yang ada di Puskesmas Wualadu merupakan tenaga medis, nakes dan non medis dari puskesmas induk Habibola,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










