Petrus menambahkan,sedangkan untuk tenaga sopir dan cleaning servis mrupakan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang dibiayai oleh anggota DPRD Sikka yang ada di wilayah kerja puskesmas.
Dirinya menerangkan,untuk membiayai kegiatan operasional pelayanan kesehatan diwilayah kerjanya, Puskesmas Wualadu masih menggunakan alokasi anggaran dari puskesmas induk Habibola.
Ia juga berharap semua tenaga kesehatan dan kepala puskesmas di tetapkan dalam Surat Keputusan Bupati dan masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga fasilitas pelayanan kesehatan dengan baik.
“Perlu dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mendukung Kegiatan Operasional dan Pengembangan Puskesmas Wualadu menjadi Prototype,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










