LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kondisi gedung SDK Rewas di Desa Lumut, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT rusak parah. Mohon segera diperbaiki pemerintah.
Demikian Bernadus Ambat, anggota DPRD Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (2/9/2025).
Ambat mengatakan itu usai menjalani kegiatan reses pada masa sidang 3 DPRD Mabar tahun sidang 2025 di 4 desa di Kecamatan Ndoso baru-baru ini, termasuk mengunjungi SDK (Sekolah Dasar Katolik) Rewas.
Hasil pantauan dan rekaman pertemuan dengan berbagai pihak saat reses tersebut, kondisi SDK Rewas sangat memprihatinkan, tidak layak dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar (KBM), ujar Ambat.
Diungkapkan, kondisi sejumlah ruang kelas di SDK Rewas kini rusak parah. Atapnya banyak yang rusak/robek, hancur, bahkan ada yang terlepas tidak sisa. Lantainya juga hancur, kembali jadi lantai tanah dan berdebu, sebelumnya semen. Meski begitu, tetap digunakan buat KBM karena tidak ada lagi ruang kelas yang layak.
SDK Rewas didirikan 1953, sekarang berusia 72 tahun. Jumlah rombongan Belajar (Rombel) 8, dan siswa saat ini sebanyak 126 orang.
Dari sejumlah ruang kelas di SDK Rewas, kecuali 3 yang layak, lainnya rusak parah. Ruang guru, kantor, ruang perpustakaan digabung satu, kondisinya pun rusak. Ruang perpustakaan dipakai untuk ruang kelas dan kondisinya juga rusak, lantainya hancur.
Kata Ambat, awalnya dia peroleh gambaran kondisi SDK Rewas dari tokoh pendidik, komite sekolah dan tokoh masyarakat yang hadir pada kegiatan reses di tempat yang tidak jauh dari SDK Rewas.
Disaksikan, saat monitoring di sela-sela reses itu, terlihat kondisi gedung SDK Rewas rusak parah. Atap telah tiada, tak terhitung yang akan terlepas karena kropos termakan usia, lantai juga demikian.
“Benar-benar memprihatinkn kondisinya. Di usia 72 tahun, tentu begitu banyak alumni yang sudah dan akan disumbang lembaga itu kepada bangsa dan negara ini,” kata Ambat.
Masih Ambat, dia kagumi dedikasi para guru yang masih setia mengajar dalam kondisi fasilitas gedung dan ruang kelas SDK Rewas yang demikian parah. Mereka tetap semangat menjalankan tugas demi mencerdaskan dan menyiapkan generasi bangsa.
“Proficiat untuk para guru SDK Rewas,” komentar Ambat.
Lanjut Ambat, kondisi serupa juga dengan SDK Golo Momol, Desa Momol. Ada 2 ruang kelas yang sudah rusak. Lantai, tembok dinding, dan atapnya juga sudah rusak karena termakan usia.
Gedung ini merupakan bangunan pertama yang didirikan sejak SDK Golo Momol ada. Pernah direhab lantai dan dinding pada awal pemekaran Manggarai Barat, namun kondisinya saat ini sudah kembali menjadi lantai tanah dan berdebu.
Jumlah Rombel di SDK Golo Momol 10. Total murid 179 orang. Sekolah ini juga butuh meubeler, yakni meja dan kursi, tutup Ambat yang juga reses di Desa Momol, Wae Buka, Ndoso, dan Desa Lumut. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










