Keluhan Petani Ladolima Utara, Nagekeo, Tanaman Cengkeh Tidak Berbuah Lima Tahun - FloresPos Net

Keluhan Petani Ladolima Utara, Nagekeo, Tanaman Cengkeh Tidak Berbuah Lima Tahun

- Jurnalis

Kamis, 18 Mei 2023 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sejumlah petani cengkeh asal Kampung Bajo, Desa Ladolima Utara, Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluh. Sudah hampir lima tahun ini, tanaman cengkeh sudah tidak berbuah.

Kondisi ini membuat para petani cengkeh setempat harus mencari cara agar mereka bisa mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup, membiayai anak sekolah dan membayar hutang di bank dan koperasi.

Petani Cengkeh Kampung Bajo, Alfred Oja ditemui Florespos.net dikediamannya, Selasa (16/5/2023) mengungkapkan, dia mempunyai lahan seluas 1,5 hektar. Di lahan itu ditanam 130 pohon cengkeh.

Dia mengaku, terakhir kali memanen cengkeh di lahannya pada tahun 2019. Dia biasanya, memanen sekurang-kuranya 1 ton lebih dengan harga jual waktu itu Rp 60.000 per kilogram (kg).

Tapi, kata dia, pada tahun 2020 hingga sekarang tidak satu pun pohon cengkeh di lahannya dan di wilayah Desa Ladolima Utara berbuah.

“Kalau tahun 2020 ke bawah, petani cengkeh di Ladolima memanen hasil yang lumayan. Tapi sekarang sudah pada jatuh miskin karena 4 tahun belakangan ini tidak ada pohon cengkeh yang berbuah,” kata Alfred Oja.

Baca Juga :  KLM Mulya Abadi Ditemukan, Armada Bantuan Evakuasi Dikirim dari Marapokot

Alfred Oja mengatakan, mulanya para petani setempat menganggap biasa saja. Tapi fenomena ini berlanjut sampai sekarang dan perekonomian warga termasuk petani cengkeh merosot.

“Saya punya 130 pohon tak pernah berbuah lagi. Saya kehilangan pendapatan Rp 75 juta per tahun. Biasanya masuk bulan Juni mulai senang, cengkeh mulai tunas dan panen September sampai Oktober. Tapi sekarang gigit jari saja padahal harga cengkeh sekarang sudah seratus ribu lebih. Sakit hati betul,” keluh dia.

Alfred Oja mengaku, karena tidak pernah bertunas lagi, kebun cengkeh miliknya dibiarkan terlantar tanpa perawatan. Sesekali dia mengecek pohon cengkeh yang tumbang jika terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Untuk membiayai anak yang duduk di bangku SMA di Kota Mbay dan satu lagi SMP di Kampung Bajo, dia menjadi tukang bangunan di Kota Mbay dan berdagang pinang kering di Kupang. Modal usahanya pinjaman di bank.

Baca Juga :  Terima Mobil Undian Simpedes dari BRI Ende, Yovita Pawe: Ini Seperti Mimpi

“Hampir semua orang di Desa Ladolima Utara berutang di koperasi dan bank. Kebun cengkeh bersertifikat jadi agunan. Bayar pinjaman, ya kerja apa saja sambil berharap tahun depan bisa panen cengkeh dan hutang bisa lunas,” kata Alfred Oja.

Selain menjadi tukang bangunan dan jual pinang kering, kata Alfred, warga setempat juga banyak yang menjadi buruh kelapa sawit di Kalimatan.

Hal yang sama dialami Frans, petani cengkeh lainnya. Dia mengaku sudah hampir 5 tahun tanaman cengkeh di kebun milik tidak berbunga lagi.

“Kerna tidak bunga maka kita cari kerja lain seperti kuli bangunan agar bisa membiayai kebutuhan dalam rumah,” kata Frans.

Alfred Oja dan Frans berharap Pemerintah Daerah melalui dinas teknis terkait bisa datang ke Kampung Bajo, Desa Ladolima Utara untuk mengecek tanaman cengkeh mereka yang sudah hampir lima tahun ini tidak berbuah.*

Penulis: Arkadius Togo / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA