MAUMERE, FLORESPOS.net-Jumlah penderita HIV dan AID di Kabupaten Sikka terus mengalami peningkatan sejak ditemukannya kasus di tahun 2003 dimana hanya tahun 2004 saja yang tidak ada data jumlah orang yang tertular penyakit ini.
Kasus terbanyak ditemukan tahun 2016 dimana terdapat 103 orang yang terdeteksi terinfeksi HIV dan AIDS disusul tahun 2017 ada 97 orang,tahun 2023 82 orang dan tahun 2014 sebanyak 80 orang.
“Hingga Desember 2024 terdata sebanyak 1.190 orang di Kabupaten Sikka masuk kategori Orang Dengan HIV dan AIDS atau ODHA,” sebut Yohanes Siga, Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Jumat (25/4/2025).
Yan sapaannya menjelaskan,dari jumlah tersebut laki-laki sebanyak 747 orang dan perempuan 443 orang dengan persentase laki-laki 62,77 persen dan perempuan 37,23 persen.
Ia memaparkan, penderita terbanyak berumur 25 sampai 49 tahun sebanyak 875 orang disusul umur 20 hingga 24 tahun sebanyak 156 orang dan lebih dari 50 tahun sebanyak 94 orang.
“Ada juga penderita yang berumur 1 hingga 14 tahun sebanyak 43 orang dan 15 sampai 19 tahun sebanyak 14 orang dan terakhir berumur dibawah setahun berjumlah 8 orang,” terangnya.
Yan menjelaskan, sejak tahun 2003 penderita terbanyak berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 292 orang, swasta 189 orang, petani 188 orang, pengangguran 67 orang dan sopir 66 orang.
Lanjutnya, menurut resiko terinfeksi jumlah terbanyak heteroseksual berjumlah 991 orang,homoseks 121 orang, perinatal 51 orang, tidak tahu 23 orang dan penasun sebanyak 4 orang.
“Untuk kasus tahun 2024 sebanyak 74 orang, jumlah penderita menurut kecamatan terbanyak Waigete 11 orang disusul Kecamatan Alok Timur, Alok dan Talibura masing-masing sebanyak 9 orang,” ungkapnya.
Yan mengatakan, penderita menurut pekerjaan, sejak tahun 2003 hingga Desember 2024 terbanyak berasal dari Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 292 orang, pekerja swasta 189 orang, petani 188 orang, pengangguran 67 orang dan sopir 66 orang.
Ia menyebutkan, bila menurut resiko terinfeksi maka heteroseksual atau ketertarikan kepada lawan jenis sebanyak 991 orang,homoseksual atau ketertarikan seksual kepada sesama jenis sebanyak 121 orang.
“Jumlah tertular lainnya lainnya yakni perinatal atau periode sebelum dan sesudah kelahiran bayi sebanyak 51 kasus, tidak tahu ada 23 kasus dan penasun atau pengguna narkoba suntik ada 4 orang,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










