MAUMERE, FLORESPOS.net-Mengambil tempat di Sikka Convention Center (SCC), Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (18/3/2025), dilaksanakan pengukuhan pengurus Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) periode 2025-2027.
Kegiatan pengukuhan dihadiri Sekda Sikka dan segenap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkompimda dan pimpinan lembaga, badan usaha, pimpinan organisasi kemasyarakatan, organisasi mahasiswa dan LSM.
Pengukuhan diawali dengan penyerahan pataka dari Ketua AWAS periode 2023-2025 kepada Ketua AWAS yang baru periode 2025-2027 dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan penandatanganan ikrar.
“Kami berharap segala agenda kerja di pengurusan peridoe lalu yang belum sempat dilaksanakan bisa dilanjutkan pengurus yang baru,” harap Vianey Tinton,Ketua AWAS periode 2023-2025.
Tinton menyebutkan, AWAS sebagai mitra pemerintah tentunya tidak hanya bertanggungjawab menginformasikan program-program pemerintah tetapi mengawasi kebijakan yang dijalankan.
Ia mengatakan, kritik dan saran dari media merupakan sesuatu yang baik sebab peran pers sebagai fungsi kotrol dimana pers merupakan bagian dari 4 pilar demokrasi di negeri ini.
“Saat ulang tahun AWAS dan peringatan hari pers, kami memberi ruang dalam diskusi kepada pemerintah, DPRD dan akademisi untuk melakukan evaluasi kerja-kerja insan pers di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Pembina AWAS Vicky da Gomez dalam sambutannya menjelaskan kepengurusan AWAS sudah masuki periode ketiga dimana periode pertama belum ada AD/ART sehingga masa jabatan berlangsung selama 9 tahun.
Vicky mengatakan, setelah dibuatkan AD/ART maka kepengurusan AWAS hanya 2 tahun namun AD/ART tersebut tentunya harus dilegalkan termasuk melakukan pendataan terhadap anggota baru.
“Pers independen Sikka sejahtera merupaka tema yang sengaja diangkat sebagai refleksi terhadap kerja-kerja jurnalis.Sesuai etika jurnalistik,pers independen merupakan suatu keharusan,” tuturnya.
Vicky mengakui peran pers melakukan kontrol terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi siapakah yang mengontrol pers.
Ia mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Sikka agar memberikan kontrol yang baik terhadap pers dan kerja-kerja jurnalis yang berkarya di Kabupaten Sikka.
Ketua AWAS periode 2025-2027 Mario W.P.Sina mengakui ditengah perkembangan informasi dan teknologi, menjadi jurnalis bukan tugas yang mudah.
Mario mengatakan, pers dihadapkan dengan derasnya informasi yang disampaikan di media sosial termasuk produksi berita-berita hoax yang kian marak dan kerap dipercaya masyarakat.
“Untuk itu pers diituntut memberikan edukasi dan pesan moral kepada masyarakat termasuk menyajikan fakta guna memerangi berita hoax. Kedepannya kami akan memperkuat literasi media,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










