ENDE, FLORESPOS.net-Dua tim peserta Liga 4 Zona NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII yang bermarkas di Kabupaten Ende baru menjalani laga perdananya dan harus menerima hasil negatif.
Perse Ende harus mengakui keunggulan Bintang Timur Atambua dengan skor 1-3 pada laga di Stadion Oepoi Kupang, Selasa (4/3/2025) malam.
Sedangkan tim debutan Flores United FC yang juga bermarkas di Kota Ende kalah dengan sesama tim debutan Tiara Nusa Manggarai Timur dengan skor 2-0.
Perse Ende sudah unggul pada babak pertama dan unggul jumlah pemain karena salah satu pemain Bintang Timur Atambua menerima kartu merah di babak pertama.
Namun comeback sempurna dari anak -anak Bintang Timur pada babak kedua memaksa anak – anak Kelimutu menerima hasil negatif dengan skor telak 3-1.
Usai kekalahan pertama kedua tim dari Kota Ende tersebut para fans dan nitizen memberikan beragam tanggapan di media sosial seperti di facebook Perse Ende Ende News dan Askab PSSI Ende.
Pencinta Perse meminta agar tim pelatih melakukan evaluasi mendalam untuk menatap laga kedua. Bahkan ada yang membully pemain karena kekalahan tersebut.
“Pelatih harus lakukan evaluasi untuk pertandingan kedua. Kita masih punya peluang We Are Perse”.
Legenda sepak bola asal Kabupaten Ende, Marross Mario Sari juga angkat bicara soal kekalahan dua tim dari Ende khususnya tim kebanggaan masyarakat Ende, Perse Ende.
Legenda Ende yang pada masa jayanya bermain untuk beberapa klub di NTT seperti Perse, PSK Kota Kupang dan Persesba Sumba Barat mengharapkan publik pencinta Perse tidak memberikan komentar berlebihan menjatuhkan semangat bertanding pemain di media sosial.
Sebagai mantan pemain dirinya mengharapkan komentar dari pencinta Perse tidak menyudutkan pemain karena akan menjadi beban psikologi pemain di laga berikutnya.
“Mari kita dukung mereka karena masih ada dua laga. Jangan bully pemain karena akan memberikan beban psikologi,” kata Marross.
“Perse punya catatan seperti ini, sering kalah di laga pertama tapi akan bangkit di laga kedua. Kita harapkan mereka bisa lakukan itu dan berada di jalur kemenangan. Di sepak bola segala sesuatu bisa terjadi di setiap menit,” tambahnya.
“Sepak bola seperti ini, kadang tidak sesuai dengan ekspetasi kita dan ini menjadi catatan untuk kedepannya,” kata Marross lagi.
Marross juga mengatakan kalah dan menang dalam sepak bola itu hal biasa tetapi belajar dari kekalahan itu hal yang penting agar tidak terantuk di batu yang sama.
Perse Ende masih menyisakan dua laga do babak penyisihan grup D melawan BMU Alor Pantar dan Sergio FC.
Flores United FC juga masih akan melakoni dua laga sisa di Grup C yaitu melawan Persena Nagekeo dan Persada SBD.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










