ENDE, FLORESPOS.net-Kondisi Stadion Marilonga yang disebut sebagai simbol kebangkitan sepak bola di Provinsi NTT pada tahun 2017 lalu kini terlantar dan tidak terawat.
Stadion termegah di NTT yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Ende dan menjadi venue pertandingan malam pertama di NTT pada ETMC 2017 lalu kini tidak diurus oleh pemerintah daerah.
Sebagian tempat duduk di tribun baik di sektor A, B, C hingga D sudah pecah dan ditumbuhi rumput serta tanaman liar. Rumput dan tanaman liar terlihat menghiasi setiap sisi tribun.
Beberapa warga Kota Ende yang hadir menyaksikan laga uji coba antara Perse versus Citra Bakti Ngada, Senin (17/2/2025) sore mengatakan kondisi stadion ini sangat memperhatikan.
Warga mengatakan jika pemerintah tidak bisa mengurus lantaran ketiadaan anggaran maka sebaiknya stadion ini diurus oleh pihak ketiga.
“Kalau pemerintah tidak bisa diurus oleh pemerintah maka sebaiknya dikasi kontrak ke pihak ketiga saja biar bisa diurus,” kata Antonius Dawa.
Ia mengatakan kondisi stadion Marilonga terlihat seperti ini karena stadion yang dibangun menghabiskan anggaran puluhan miliar tersebut jarang dimanfaatkan untuk pertandingan bola.
“Kondisinya seperti ini karena jarang ada iven atau pertandingan. Jika ada iven maka pasti terawat dengan baik. Kita sarankan kepada pemerintah agar dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga akan buat iven dan ada dampaknya untuk pendapatan daerah,” katanya.
Kepala Bidang Olah Raga Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Ende, Fidelis Pela mengatakan dalam waktu dekat Dispora Ende akan memotong rumput dan tanaman liar di stadion.
“Di tahun 2025 sudah ada anggaran dan tenaga outsourcing maka kita usahakan potong rumput dalam waktu dekat,” katanya.
Ia mengakui sebelumnya Dispora Ende kekurangan anggaran dan tenaga untuk perawatan Stadion Marilonga sejak tenaga honorer dirumahkan pada dua tahun lalu. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando









