Sri Mulyani Pastikan Belanja Pegawai dan Bansos Tak Kena Efisiensi - FloresPos Net

Sri Mulyani Pastikan Belanja Pegawai dan Bansos Tak Kena Efisiensi

- Jurnalis

Jumat, 14 Februari 2025 - 13:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan 2025 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (14/1/2025).(ANTARA FOTO/MUHAMMAD RAMDAN)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan 2025 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (14/1/2025).(ANTARA FOTO/MUHAMMAD RAMDAN)

JAKARTA, FLORESPOS.net-Pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran belanja pada 2025. Namun terdapat beberapa pos belanja yang dipastikan tidak akan terkena pemangkasan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan anggaran untuk belanja pegawai dan bantuan sosial (bansos) tidak akan terkena efisiensi. Hal ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

“Untuk berbagai belanja sosial tidak dikurangkan sama sekali jadi kalau kita lihat beberapa termasuk program-program yang melayani masyarakat, bansos itu semuanya sudah sangat eksplisit tidak dipengaruhi,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (14/2/2025).

Dia menyatakan, pemangkasan anggaran hanya akan dilakukan pada anggaran belanja operasional dan non-operasional meliputi belanja operasional perkantoran, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, pembangunan infrastruktur, dan pengadaan peralatan dan mesin.

“Belanja gaji tidak dilakukan efisiensi, namun belanja barang dan belanja modal dilakukan penelitian sangat tajam untuk dilakukan efisiensi, ini termasuk perjadin (perjalanan dinas), ATK, seminar, kajian, acara seremonial peringatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bhayangkari Manggarai Timur Berikan Bantuan Sosial kepada Keluarga Korban KDRT 

Efisiensi Tidak Kurangi Pelayanan ke Masyarakat

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas layanan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada masyarakat.

Sebab, anggaran yang diminta untuk dihemat lebih ke berupa anggaran yang bisa dikurangi atau digantikan seperti anggaran rapat, perjalanan dinas, atau dari pos belanja lain yang tidak terlalu diperlukan.

“Kalau ada kegiatan yang memang penting, seperti patroli di laut, ya harus tetap berjalan. Tapi kalau bisa dilakukan dengan lebih efisien, kita cari caranya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (4/2/2025).

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh jajaran Kemenkeu agar tidak mengurangi kualitas kinerja mereka, tetapi justru menata kembali proses kerja agar lebih efektif. Salah satu strateginya yaitu dengan memanfaatkan teknologi.

Ia mencontohkan, Kemenkeu telah mengedepankan digitalisasi dalam pelayanannya kepada masyarakat. Kemenkeu saat ini telah memiliki berbagai sistem seperti Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) di Ditjen Perbendaharaan, Customs-Excise Information System and Automation (Ceisa) di Ditjen Bea Cukai, dan Coretax di Ditjen Pajak.

Baca Juga :  Lima Mahasiswa Unipa Indonesia Jalani Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Media Bisnis Indonesia

Dengan pemanfaatan teknologi ini, menurutnya, seharusnya Kemenkeu tetap bisa menjalankan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisiensi APBN 2025 sebesar Rp306,69 triliun. Dari total efisiensi anggaran Rp 306,69 triliun, sebanyak Rp 256,10 triliun berasal dari anggaran belanja K/L, sementara Rp 50,59 triliun dari transfer ke daerah (TKD).

Instruksi ini tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan ditegaskan dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025.

Dalam Surat Menteri Keuangan tersebut, efisiensi anggaran belanja K/L 2025 sebesar Rp 256,10 triliun mencakup belanja operasional dan non-operasional, kecuali belanja pegawai dan bansos.*

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’
Komisi 1 DPRD Ende Berharap Gabriel Dala Mampu Membangun Kolaborasi yang Baik antara Legislatif dan Eksekutif
Ini Yang Dilakukan Gabriel Dala Setelah Dilantik jadi Sekda Ende Definitif
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:54 WITA

Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:54 WITA

Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA