Mengapa Harus Lapor Polisi Saat Menemukan Barang Orang Lain? - FloresPos Net

Mengapa Harus Lapor Polisi Saat Menemukan Barang Orang Lain?

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 08:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hukum.(Freepik)

Ilustrasi hukum.(Freepik)

JAKARTA, FLORESPOS.net-Yusran, pedagang sayur yang menemukan dompet berisi uang dan ATM, malah menggunakannya untuk keperluan pribadi hingga Rp20 juta. Kasusnya diselesaikan melalui restorative justice oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Pengamat hukum pidana, Albert Aries mengingatkan masyarakat untuk melaporkan barang temuannya ke polisi dan tidak berupaya menguasasi benda temuan tersebut.

“Kalau ada orang nemu dompet di jalanan, ada identitasnya dan ATM, itu kan pasti milik orang lain, sebagai warga negara yang baik dia harusnya kembalikan itu ke kantor polisi atau pihak yang berwajib,” kata Albert saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/2/2025).

Menurutnya, barang temuan pada prinsipnya milik orang lain. Jika itu dikuasai, dijual, dan dikonsumsi, maka akan masuk dalam tindak pidana penggelapan.

“Sebaliknya jika barang milik orang lain yg ditemukannya itu malah dijual, dibelanjakan, atau dikonsumsi, maka hal tersebut merupakan tindak pidana penggelapan (372 KUHP),” ujarnya.

Baca Juga :  Lima Paroki SVD Ende Lio Gelar "SVD Kids

Terkait penghentian penuntutan kasus tersebut melalui proses restorative justice, dia menilai seharusnya dapat diterima oleh masyarakat. Sebab, kata dia, kerugian korban sudah dipulihkan dan tidak efektif dan efisien apabila perkara tersebut harus dilimpahkan ke pengadilan.

“Namun ke depannya perlu tetap ada catatan rekam jejak pelaku tindak pidana yang sudah melewati restorative justice, agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan restoratif justice belum ada payung hukum setingkat Undang-Undang. Idealnya, kata dia, restorative justice diatur dalam Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sebagai bagian dari pembaruan hukum acara pidana untuk mendukung Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang akan berlaku 2 Januari 2026 nanti.

Sebagai informasi, perkara hukum yang menjerat Yusran ditangani Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Kasus ini berawal saat Yusran yang tengah berangkat ke pasar pada November 2024 menemukan dompet hitam berisi uang tunai, kartu ATM, dan kertas dengan tulisan PIN ATM. Alih-alih melapor ke polisi, Yusran tergoda mengorek isi ATM itu hingga jumlah total Rp 20 juta.

Baca Juga :  Selatan Flotim Jalur Evakuasi Erupsi Lewotobi, Abdon Longginus: Naikan Status Jadi Jalan Strategis Nasional

“Uang itu dipakai tersangka membeli dua ponsel, satu unit mesin kompresor, satu buah gelang emas, dan untuk biaya kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim melalui keterangan resminya, Jumat (31/1/2025).

Meski demikian, dengan mempertimbangkan latar belakang kehidupan Yusran, ancaman pidana kurang dari 5 tahun, kesepakatan damai dengan pemilik, dan ganti rugi material kasus itu diselesaikan melalui restorative justice (RJ).

“Dengan disetujuinya RJ ini tersangka segera dibebaskan,” katanya.*

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan
Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende
Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training
Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:40 WITA

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WITA

Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA