ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak 25 peserta pelatihan berbasis kompetensi kejuruan pariwisata program perhotelan dan kapal pesiar tahun 2023 dari Kebupaten Ende akan magang di industri pariwisata di Bali.
Hal ini dikatakan Fenny Sengkey mewakili Direktur PPLP Mapindo saat acara penutup kegiatan pelatihan tahap pertama di Rumah Jabatan Bupati Ende, Minggu (10/12/2023).
Kegiatan pelatihan tahap pertama ditutup secara resmi oleh Bupati Ende, Djafar Achmad. Hadir pula pada acara tersebut Asisten 1 Setda Ende, Dahlan, Kadis Transnaker Ende, Kapitan Lingga dan perwakilan dari Bank NTT.
Mewakili PPLP Mapindo, Fenny Sengkey mengatakan pelatihan ini dilaksanakan atas kerja sama Pemkab Ende dan Mapindo.
Pelatihan ini akan berlangsung kurang lebih lima bulan, satu bulan teori dan empat bulan praktik di industri pariwisata.
Fenny mengatakan program ini adalah kerja sama yang baik sehingga Mapindo turut membantu memberikan kontribusi menyiapkan putra daerah yang profesional di bidang pariwisata.
“Kerja sama yang baik sehingga kami bisa membantu memberikan pelatihan kepada orang muda di Ende,” katanya.
Dikatakannya peserta yang mengikuti pelatihan tidak cukup dilatih selama satu bulan. Mapindo Ende akan membantu memfasilitasi praktik di dunia industri agar merasakan langsung bekerja sebagai pelaku pariwisata.
“Anak-anak ini tidak cukup dilatih satu bulan. Kami harap kami latih di Bali langsung terjun di dunia industri. Mapindo memfasilitasi ini karena teori saja tidak cukup,” katanya.
Dihadapan bupati Ende dan peserta Fenny menyampaikan kekurangan peserta selama sebulan mengikuti pelatihan. Hal yang mesti diperhatikan oleh peserta yaitu disiplin, kejujuran dan perkuat kemampuan bahasa Inggris.
“Kedisiplinan yang masih kurang dan kami akan benahi ini. Lalu bahasa inggris harus diperkuat karena itu modal utama bekerja di dunia pariwisata,” katanya.
Kepala Dinas Transnaker Ende, Kapitan Lingga mengatakan program ini adalah pelatihan bagi tenaga kerja yang sesungguhnya. Meskipun jumlahnya kecil tetapi bisa mengurangi angka pengangguran di Ende.
“Terima kasih atas kerja sama ini. Tetap disiplin dan perkuat bahasa Inggris karena kalian akan kerja di industri pariwisata yang bertaraf internasional,” katanya.
Bupati Ende, Djafar Achmad mengatakan melalui program kerja sama tersebut pemkab Ende ingin anak – anak bertebaran di seluruh dunia melalui dunia pariwisata.
Bupati Djafar memberikan motivasi kepada peserta agar jangan takut bersaing dengan orang lain.
“Program ini saya ingin anak-anak Ende bisa bertebaran di muka bumi. Jangan takut bersaing. Anak – anak harus jujur dan disiplin dan bertemanlah dengan siapapun,” katanya.
Bupati Djafar mengatakan pemerintah akan menyiapkan anggaran lagi dan bekerjasama dengan PPLP Mapindo untuk memberikan pelatihan dan menyiapkan tenaga pariwisata yang profesional dari Ende.
“Harapan saya Ende harus masuk menjadi pemain internasional. Saya titipkan anak-anak Ende di Mapindo dan kita tetap bekerjasama menyiapkan tenaga pariwisata yang profesional,” katanya.
Ketua panitia pelatihan, Arnold Yansen Dewa mengatakan pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dengan rincian 17 orang laki- laki dan 8 orang perempuan.
Tujuanya siapakan tenaga yang profesional sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan ciptakan lapangan kerja sendiri serta mengurangi angka pengangguran.*
Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus










