Pemda Ngada Luncurkan Unit Dialisis RSUD Bajawa - FloresPos Net

Pemda Ngada Luncurkan Unit Dialisis RSUD Bajawa

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena melalui Plt. Asisten III Setda, Johanes Gae meluncurkan Unit Dialisis dan Unit Transfusi Darah RSUD Bajawa.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Rudi Wogo dan Direktur RSUD Bajawa dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita oleh Johanes Gae, Jumat (20/12/2024) di RSUD Bajawa.

Launching atau peluncuran dua unit penting ini dihadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD Ngada Benediktus Lagho, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala UPTD PMI Ngada, Kepala BPJS Kesehatan Ngada dan undangan lain.

Direktur RSUD Bajawa, dr. Paulina H. H. Pelletimu mengatakan, wacana pelayanan Dialisis atau Cuci Darah di RSUD Bajawa sudah direncanakan sejak tahun 2019. Di mana telah dilakukan pelatihan bagi dokter dan perawat namun karena Pandemi Covid -19 hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Setelah pencabutan status pandemi Covid -19, pada tahun 2023, Manajemen RSUD Bajawa kembali merencanakan untuk mewujudkan layanan Dialisis yang tertunda tersebut.

Langkah-langkah yang diambil adalah memberangkatkan empat tenaga perawat dan satu dokter umum untuk mengikuti pelatihan di RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah selama 3 bulan yakni di Desember 2023 hingga Februari 2024, serta memberangkatkan satu dokter spesialis penyakit dalam untuk magang satu bulan di rumah sakit yang sama.

Baca Juga :  Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025 Resmi dari Pemerintah, Berapa Hari?

Pihaknya juga melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Masa Cipta Husada tanggal 23 Oktober 2023 untuk pengadaan empat mesin Hemodialisa non infeksius dan satu mesin Hemidialisa infeksius.

Langkah-langkah lainnya adalah mempersiapkan ruangan untuk pelayanan Dialisis berdasarkan kriteria dari juknis layanan KJSU Kemenkes.

Kata dokter Paulina, ruangan yang ada pada saat ini menjadi ruangan Unit Dialisis merupakan ruangan alih fungsi dari ruangan tunggu pasien yang dialihkan menjadi ruangan ICU pada masa pandemi Covid-19 dan saat ini dialihkan menjadi ruangan Unit Dialisis.

Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan Kemenkes untuk izin operasional layanan Hemodialisa sehingga pada tanggal 1 November 2024 RSUD Bajawa telah mendapatkan Izin Penyelenggaraan Pelayanan Dialisis oleh Kementerian Kesehatan.

Dokter Paulina menjelaskan, alasan layanan Dialisis di RSUD Bajawa yakni sesuai Regulasi Kemenkes HK.01.07/Menkes/1277/2024 tentang Rumah Sakit jejaring pengampuan pelayanan Kanker, Jantung dan pembuluh darah. Stroke dan Uronefrologi (KJSU) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Saat ini RSUD Bajawa ditetapkan menjadi salah satu rumah sakit pengampu layanan KJSU Kemenkes dan salah satu layanannya adalah Uronefrologi (Hemodialisa).

Baca Juga :  YLKI Minta Usut Tuntas--Penyebab Tenggelamnya Kapal Wisata Putri Sakinah di Labuan Bajo

Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena melalui Plt.Asisten III Setda Ngada Johanes Gae dalam sambutannya mengatakan, pencanangan Pelayanan Unit Dialisis pada RSUD Bajawa merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi dunia kesehatan di Kabupaten Ngada.

Dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Direktris dan jajaran RSUD Bajawa yang telah berproses selama ini sehingga lahirnya unit yang sangat penting bagi masyarakat.

Kehadiran layanan tersebut tentunya untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan memadai sehingga masyarakat dapat memanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Sebagai daerah yang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, Kabupaten Ngada selalu berusaha menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Unit Dialisis adalah salah satu langkah nyata dari pemerintah Kabupaten Ngada untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan di luar daerah serta memberikan kemudahan akses bagi pasien yang membutuhkan pelayanan cuci darah.

Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan serta memfasilitasi tenaga medis dengan pelatihan dan sarana yang memadai demi mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat Ngada. *

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru