DPRD Ngada Apresiasi Peserta KBKM Beri Perhatian Penyakit Pisang - FloresPos Net

DPRD Ngada Apresiasi Peserta KBKM Beri Perhatian Penyakit Pisang 

- Jurnalis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 09:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Romi Juji dan Sitti Utami Haryanti

Romi Juji dan Sitti Utami Haryanti

BAJAWA, FLORESPOS.net-Ketua Sementara DPRD Ngada, Romi Juji mengapresiasi kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2024 di Kabupaten Ngada yang memberikan perhatian khusus terhadap virus yang menyerang tanaman pisang di Kabupaten Ngada dan Flores pada umumnya.

Salah satu desa yang menjadi desa Residence KBKM tersebut adalah Desa Boba 1 di Kecamatan Golewa Selatan.

Menurutnya, hal menarik yang menjadi persoalan masyarakat di wilayah pantai selatan Kabupaten Ngada yaitu Kecamatan Golewa Selatan, Inerie dan Aimere juga kecamatan lainnya di Ngada adalah penyakit pisang.

Menurut Romy KBKM di Desa Boba 1 yang fokus terhadap masalah penyakit pisang, selain beberapa potensi dilakukan berbagai inovasi di desa lainnya yang merupakan Desa Residence KBKM di Kabupaten Ngada. Masalah penyakit tanaman pisang untuk penyelesaian persoalan tersebut menjadi perhatian peserta KBKM adalah sebuah kebanggaan.

Baca Juga :  RAT Koperasi Sinar Harapan Malapedho, Tinus Madha Terpilih Kembali Jadi Ketua Pengurus

Terobosan mahasiswa yang peduli terhadap persoalan masyarakat pada kegiatan KBKM merupakan kabar baik untuk membantu pemerintah, masyarakat terutama petani pisang.

Mahasiswa pilihan yang mengikuti KBKM beserta para mentor yang berniat menangani persoalan tanaman pisang tentunya telah ada jawaban sementara untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sitti Utami Haryanti,S.Pd,M.Hum selaku Ketua Tim Kerja Kemah Budaya Kaum Muda, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbudristek Republik Indonesia kepada Florespos.net mengatakan, penyakit pisang yang ada di Desa Boba 1 sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Pilkada Ngada, AP-RB Berpotensi Jilid Dua

Pihaknya mengidentifikasi sejak bulan Maret 2024 dan dalam kegiatan KBKM peserta membuat aplikasi terkait penyakit pisang

Dari identifikasi yang dilakukan pihaknya ingin membuat bio pestisida untuk memulihkan tanaman pisang yang ada.

Pelaksanaannya menggunakan bahan lokal yang ada dan di Boba 1 ada bahan lokal seperti Enau maupun lontar yang akan diproses secara kimiawi menjadi bio pestisida untuk pemberantasan penyakit pisang tersebut.*

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas
Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena
FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi
Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains
Hari Kartini di Kaki Gunung Lewotobi–‘Kebangkitan Perempuan Hebat Ile Bura’
Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:37 WITA

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas

Kamis, 23 April 2026 - 14:34 WITA

Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 23 April 2026 - 07:38 WITA

Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena

Rabu, 22 April 2026 - 22:17 WITA

FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo

Rabu, 22 April 2026 - 19:39 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains

Berita Terbaru