Rutan Bajawa Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran dan Bencana Alam - FloresPos Net

Rutan Bajawa Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran dan Bencana Alam

- Jurnalis

Minggu, 6 Oktober 2024 - 12:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rutan Bajawa Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran dan Bencana Alam

Rutan Bajawa Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran dan Bencana Alam

BAJAWA, FLORESPOS.net-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bajawa bekerjasama dengan Dinas Pol PP dan Kebakaran Kabupaten Ngada melakukan kegiatan simulasi penanganan kebakaran.

Kegiatan simulasi penanganan kebakaran yang dilaksanakan pada Jumat (04/10/2024) itu dibagi dalam dua sesi. Pertama, para petugas Rutan mendapatkan materi tentang dasar-dasar hukum proteksi kebakaran dan tips penanganan kebakaran secara manual.

Lalu kedua, dilanjutkan simulasi penanganan kebakaran skala kecil dan skala besar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang dilaksanakan di luar ruangan.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bansos Atensi Kemensos

Kepala Rutan (Karutan) Bajawa, Prianggoro Agung Wibowo mengatakan, pelatihan dan simulasi ini merupakan salah satu kegiatan Rutan Bajawa dalam rangka mencegah gangguan kebakaran baik di lingkungan kantor maupun di tempat tinggal petugas.

“Gangguan keamanan kebakaran, tidak hanya untuk kepentingan kantor namun juga antisipasi di rumah,” katanya.

Karutan Prianggoro menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pol. PP Kabupaten Ngada yang telah bersedia hadir membagi ilmu yang sangat bermanfaat tersebut.

Baca Juga :  Lepas 46 Anak TK Negeri Harapan Bangsa Bajawa, Ini Ungkapan RD. Paul

“Saya mewakili jajaran Rutan Bajawa mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas PolPP dan Kebakaran Kabupaten Ngada yang telah bersedia hadir membagi ilmu yang sangat bermanfaat ini,” katanya.

Selain simulasi penanganan kebakaran, pada kesempatan yang sama juga dilakukan simulasi bencana alam berfokus di blok hunian dimana petugas regu pengamanan kemudian melakukan proses evakuasi warga binaan dengan menggunakan “Bell of Danger” dan mengarahkan mereka ke titik kumpul yang telah disediakan. *

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru